-
PEMPROV KALTENG

Gubernur Minta RT dan RW Laporkan Warga yang Membutuhkan agar Bantuan Tepat Sasaran

127
×

Gubernur Minta RT dan RW Laporkan Warga yang Membutuhkan agar Bantuan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memastikan program bantuan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang memiliki hak. Peran perangkat kelurahan, termasuk ketua RT dan RW, dinilai penting untuk mendata serta menyampaikan kondisi warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan pemerintah.

Agustiar menegaskan, pemerintah tidak boleh membeda-bedakan masyarakat dalam memberikan pelayanan maupun bantuan. Setiap warga yang memenuhi kriteria penerima harus mendapatkan perhatian pemerintah tanpa melihat latar belakang politik, suku, maupun agama.

“Selama masyarakat itu memang berhak menerima, pemerintah wajib hadir. Jangan melihat latar belakang partai, suku maupun agama,” tegas Agustiar, di Palangka Raya, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, perangkat kelurahan dan RT/RW memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Data dan informasi yang disampaikan dari tingkat lingkungan diharapkan dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi warga secara lebih akurat.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang mereka hadapi melalui kanal pengaduan pemerintah. Masukan dari masyarakat tersebut dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menghadapi persoalan, sampaikan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah. Dengan begitu, kami bisa mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujarnya.

Agustiar menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan pangan. Berbagai bentuk dukungan juga diberikan sesuai kebutuhan, antara lain bantuan tunai, pendidikan, kesehatan, serta bantuan bagi masyarakat yang menghadapi kondisi tertentu.

Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah di tingkat kelurahan hingga lingkungan terus melakukan koordinasi dan memperbarui data masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut penting agar program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran dan tidak ada warga yang memenuhi kriteria tetapi terlewat dari perhatian.

Selain persoalan bantuan sosial, Agustiar juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api. Menurutnya, pencegahan kebakaran lahan dan hutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Ia meminta perangkat kelurahan turut aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan risiko pembakaran lahan secara sembarangan. Kondisi lahan gambut di sejumlah wilayah Kalteng yang mudah terbakar membuat upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini.

“Jangan sampai ada pembakaran lahan yang kemudian menimbulkan titik api dan berkembang menjadi kebakaran. Perangkat kelurahan harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan risikonya,” katanya.

Agustiar menilai kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, perangkat kelurahan, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW diharapkan dapat saling mengingatkan serta bekerja sama dalam menjaga lingkungan.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat Kalteng terus mempertahankan semangat kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan saling membantu. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Kalteng yang tercermin dalam filosofi Huma Betang.

“Kalau kita bergotong royong, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus kita jaga,” pungkasnya. ldw/ded-red

 

-
-
-