Hukrim

Ban Bekas Dibakar dan Ditinggal, Api Membesar Picu Kepanikan Warga

102
×

Ban Bekas Dibakar dan Ditinggal, Api Membesar Picu Kepanikan Warga

Sebarkan artikel ini
Ban Bekas Dibakar dan Ditinggal, Api Membesar Picu Kepanikan Warga
PADAMKAN API-Petugas pemadam kebakaran bersama relawan saat melakukan pemadaman api akibat pembakaran sampah berupa ban bekas yang ditinggalkan pelaku di Jalan Galaxi VIII, Jumat (13/2) siang (FOTO TABENGAN/DIRMANTIO EVENDY)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga Jalan Galaxi VIII sempat digegerkan oleh sampah yang di bakar berupa ban bekas yang terjadi pada Jumat (13/2) siang. Asap hitam pekat yang membumbung tinggi membuat warga sekitar panik dan khawatir api akan merembet ke lingkungan permukiman.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga saat kepulan asap tebal terlihat dari lokasi pembakaran. Ban bekas yang dibakar menimbulkan asap pekat dan bau menyengat sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Salah seorang warga, Yuli, menuturkan bahwa awalnya ia melihat seseorang membakar sampah di lokasi tersebut. Namun, orang yang membakar sampah itu justru meninggalkan tempat sebelum api benar-benar padam.

“Memang ada yang membakar sampah di situ, tapi ditinggal sama orangnya. Lalu pas saya lihat asap dan apinya mulai membesar, makanya saya lapor ke RT,” tuturnya.

Menurutnya, api yang semula kecil perlahan membesar karena bahan yang terbakar adalah ban bekas yang mudah memicu kobaran api lebih besar serta menghasilkan asap tebal. Kekhawatiran warga pun meningkat mengingat lokasi pembakaran berada tidak jauh dari permukiman.

Mendapat laporan dari warga, pihak pemadam kebakaran (damkar) bersama relawan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat sehingga tidak sampai merembet ke bangunan atau menimbulkan kerugian materiil yang lebih besar.

Koordinator Call Center 112 Kota Palangka Raya, Sucipto, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa yang terbakar merupakan sampah berupa ban bekas.

“Betul, itu yang terbakar sampah,” katanya saat dikonfirmasi.

Sucipto mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama bahan yang mudah menimbulkan asap tebal dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Ia juga menekankan bahwa jika terpaksa membakar sampah, masyarakat tidak boleh meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.

“Jangan membakar sampah sembarangan. Jika membakar sampah, jangan ditinggal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola sampah, terutama dengan tidak melakukan pembakaran terbuka yang berisiko menimbulkan kebakaran maupun gangguan kesehatan akibat asap tebal. dte/redfwa