DPRD PALANGKA RAYA

VOLUME SAMPAH MENINGKAT-Tempat Pembuangan Sampah Tangkiling Mulai Penuh

172
×

VOLUME SAMPAH MENINGKAT-Tempat Pembuangan Sampah Tangkiling Mulai Penuh

Sebarkan artikel ini
VOLUME SAMPAH MENINGKAT-Tempat Pembuangan Sampah Tangkiling Mulai Penuh
Ilustrasi Keberadaan TPA di Jalan Tjilik Riwut Km 14.Inset Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro FOTO KOMINFO PALANGKA RAYA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Sukamulya RT 02, Kelurahan Tangkiling, menuai sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan pemindahan lokasi TPA tersebut.

Sorotan itu bukan tanpa alasan, diketahui TPA tersebut berada di jalur masuk menuju salah satu destinasi wisata di Kota Palangka Raya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memberi kesan kurang baik bagi wisatawan sekaligus berdampak pada citra kota.

Permintaan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang disampaikan saat kegiatan reses Daerah Pemilihan (Dapil) I masa persidangan I tahun 2025/2026, yang digelar pada 13 Desember 2025 di Aula Kelurahan Tangkiling. Dalam pertemuan itu, masyarakat mengeluhkan kondisi TPA yang dinilai sudah tidak memadai.

Saat ini, kawasan tersebut hanya memiliki satu titik pembuangan sampah. Volume sampah yang terus meningkat membuat daya tampung TPA terlampaui, hingga kerap terjadi penumpukan dan sampah meluber keluar area.

Menurut legislator dari Partai Gerindra itu, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain mengganggu estetika lingkungan, kondisi itu juga berpotensi memicu pencemaran dan gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

“Kalau tidak segera ditangani, ini bisa menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, bahkan berdampak pada kesehatan masyarakat. Karena itu kami mendorong DLH segera melakukan evaluasi, salah satunya dengan mempertimbangkan pemindahan titik TPA di wilayah tersebut,” katanya, Minggu (22/2/2026).

Sebagai anggota Komisi III yang membidangi kesejahteraan rakyat, Jati menilai pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang semakin meningkat harus diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, baik dari sisi fasilitas maupun manajemen.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran bersama.

“Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut menjaga kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya dan sesuai jam yang ditentukan. Ini demi kenyamanan kita bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai akses menuju kawasan wisata, Jalan Sukamulya seharusnya mencerminkan wajah kota yang bersih dan tertata. Jangan sampai wisatawan yang datang justru disuguhi pemandangan tumpukan sampah.

“Karena ini juga jalur menuju lokasi destinasi, maka kebersihan harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai wisatawan yang datang justru melihat tumpukan sampah. Ini bisa berdampak pada citra kota kita,” bebernya.

Jati pun berharap terbangun sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar persoalan sampah di wilayah tersebut segera teratasi, sehingga lingkungan tetap sehat, asri, dan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kota Palangka Raya. nws/red