PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Akibat belum turun hujan beberapa minggu ini, dua desa di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yakni Desa Bungur dan Desa Natai Baru mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pun mengharapkan suplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar Reneli melalui Plt Pelaksana tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Andan Santana mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari warga Bungur perihal kebutuhan akan air bersih.
“Untuk Desa Bungur, kami menyuplai air bersih sejak hari Sabtu (28/3/2026), di desa tersebut terdapat warga sebanyak 75 kepala keluarga,” ujar Andan, Minggu (29/3/2026).
Andan menyampaikan, untuk Desa Bungur air bersih yang disuplai sebanyak 8000 liter/harinya, dan berdasarkan hasil pantauan personel di lokasi untuk tempat ibadah sumber airnya masih memadai dikarenakan di sekitar ada sumber air kolam galian ekskavator.
Sementara, lanjutnya, di beberapa rumah warga dataran rendah juga masih tersedia air dengan menggunakan sumur bor walaupun hanya bisa disedot pada pagi hari.
“Penyebab kekeringan di Desa Bungur karena sumber air sumur warga debit air sangat minim (agak kering) di beberapa lokasi dataran tinggi. Sama halnya dengan Desa Natai Baru, kekeringan di Natai Baru dikarenakan embung yang ada kering akibat tidak adanya hujan. Untuk Desa Bungur, kami menyuplai yang awalnya 12.000 liter menjadi 16.000 liter/harinya,” ujar Andan.
Untuk Desa Natai Baru, lanjut Andan, hampir semua RT yang ada di desa tersebut mengalami kekeringan sehingga suplai air bersih pun lebih banyak, hal tersebut sesuai permintaan aparat desa untuk kebutuhan warga setempat.
“Kami menyuplai air bersih baik untuk Desa Bungur maupun Natai Baru hanya untuk empat hari. Kami berharap ada langkah untuk mengatasi masalah kekeringan di dua desa tersebut, dan hal ini pun telah kami sampaikan kepada pimpinan,” ujar Andan. uli/red





