-
Hukrim

Teknologi Sabun Ramah Lingkungan Diuji UPT Laboratorium Lahan Gambut–CIMTROP UPR untuk Padamkan Karhutla Gambut di Kalteng

214
×

Teknologi Sabun Ramah Lingkungan Diuji UPT Laboratorium Lahan Gambut–CIMTROP UPR untuk Padamkan Karhutla Gambut di Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO TABENGAN/TIO Kegiatan Demonstrasi Pemadaman Lahan Gambut Hasil Penelitian Bersama UPT Laboratorium Lahan Gambut – CIMTROP UPR dan Shabondama Soap Co. Ltd, Jepang, Selasa (27/08/2024).
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Teknologi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis sabun ramah lingkungan diuji di Kalimantan Tengah. Teknologi tersebut menggunakan produk Shabondama Natural Foam yang dikembangkan Shabondama Soap Co. Ltd asal Jepang.

Demonstrasi teknologi ini digelar UPT Laboratorium Lahan Gambut–CIMTROP Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Shabondama Soap Co. Ltd di lingkungan UPR, Selasa (27/8/2024). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penelitian dan pelatihan pengendalian kebakaran lahan gambut yang telah dilakukan kedua pihak.

Sejumlah pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, BPBD Kota Palangka Raya, serta peneliti dan dosen UPR.

Kepala UPT Laboratorium Lahan Gambut–CIMTROP UPR, Dr. Ir. Adi Wijaya, M.Si., mengatakan demonstrasi tersebut merupakan rangkaian akhir dari penelitian dan pelatihan hasil kerja sama UPR dengan Shabondama Soap Co. Ltd.

Menurutnya, penelitian terkait penggunaan produk tersebut untuk penanganan kebakaran gambut telah dimulai sejak 2011. Penelitian sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kembali dilanjutkan pada tahun sebelumnya.

“Penelitian ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2011 lalu, sempat terhenti saat pandemi Covid-19. Kemudian, di tahun kemarin dilanjutkan kembali,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, hasil pengujian menunjukkan produk tersebut dinilai mampu membantu memadamkan kebakaran di lahan gambut. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan bahan untuk meresap hingga ke lapisan gambut, sehingga tidak hanya memadamkan api di permukaan.

Adi menyebut demonstrasi tersebut sekaligus menjadi pembuktian atas hasil penelitian yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menangani kebakaran gambut yang selama ini memiliki karakteristik sulit dipadamkan karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan.

Sementara itu, Direktur Utama Shabondama Soap Co. Ltd, Hayato Morita, mengatakan perusahaannya selama ini fokus memproduksi sabun yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia.

Ia menjelaskan, teknologi Shabondama Natural Foam menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada ekosistem gambut.

“Ini merupakan pertama kalinya kami menciptakan sabun yang efektif untuk memadamkan kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan gambut seperti di Kalimantan Tengah,” kata Morita melalui penerjemahnya.

Menurutnya, produk tersebut memiliki kemampuan meresap dengan cepat ke dalam gambut. Bahan yang digunakan juga diklaim ramah lingkungan dan dapat membantu menghambat kontak api dengan oksigen sehingga proses pembakaran dapat dihentikan.

Morita menilai teknologi tersebut cocok diterapkan pada lahan gambut di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak tahun sebelumnya, lahan yang telah dipadamkan menggunakan produk tersebut masih memungkinkan untuk kembali ditumbuhi tanaman secara alami.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil diskusi dan penelitian bersama, produk tersebut dinilai memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan sejumlah bahan pemadam lainnya, sekaligus memiliki keunggulan dari sisi ramah lingkungan.

Kerja sama antara UPR dan Shabondama Soap Co. Ltd diharapkan dapat terus dikembangkan, terutama untuk menemukan metode penanganan karhutla gambut yang efektif sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Rmp

-
-
-