-
Hukrim

2 Warga Sampit Jadi Korban KM Virgo Transport 8

220
×

2 Warga Sampit Jadi Korban KM Virgo Transport 8

Sebarkan artikel ini
KM Virgo. FOTO ISTIMEWA
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Dua warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diinformasikan turut menjadi korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa 243 orang dan sebelumnya diketahui menghadapi kondisi cuaca buruk.

Dua warga asal Sampit tersebut diketahui yakni Helianto (55) dan Novika Liana (43). Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan keduanya.

Anak korban, Rico, membenarkan bahwa kedua orang tuanya berada di dalam KM Virgo Transport 8. Ia mengatakan, orang tuanya saat ini tinggal di Surabaya, tetapi masih memiliki sejumlah urusan pekerjaan di Sampit.

Menurut Rico, kedua orang tuanya berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin untuk menghadiri acara pernikahan keluarga di Sampit. Keduanya memang kerap melakukan perjalanan Surabaya-Banjarmasin dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Sampit.

“Memang ibu sama ayah aslinya dari Kotim, Sampit. Sekarang tinggal di Surabaya, tetapi untuk pekerjaan masih semuanya di Sampit. Kali ini rencananya pulang dari Surabaya karena ada acara pernikahan keluarga di Sampit,” ujarnya.

Rico mengaku menerima informasi mengenai kondisi kapal dari adiknya yang berada di Surabaya. Sekitar pukul 02.00 WITA atau 01.00 WIB, ayahnya sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa kapal dalam kondisi miring.

“Sekitar jam 1 WIB atau jam 2 WITA, ayah saya sempat menelepon dan memberi tahu kalau posisi kapal sedang miring. Setelah itu sudah hilang kontak,” katanya.

Menurutnya, posisi kapal saat komunikasi terakhir diketahui miring ke sebelah kanan. Setelah komunikasi tersebut, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar dari kedua orang tuanya.

“Itu komunikasi terakhir dengan orang tua. Sampai sekarang belum ada komunikasi lagi,” ungkap Rico.

Sejak pagi, Rico juga berada di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mencari informasi mengenai proses evakuasi. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Basarnas, tetapi keluarga masih diminta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

“Kalau dari pihak evakuasi, kebetulan ada Basarnas. Saya sudah konfirmasi dari pagi, tetapi mereka menyarankan menunggu pernyataan dari yang berwenang,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat keluarga hanya bisa menunggu perkembangan informasi, baik dari pihak berwenang maupun sumber informasi lainnya. Rico mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Helianto dan Novika Liana.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, sebanyak 125 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Namun, nama kedua orang tuanya belum tercantum dalam informasi korban yang diterimanya.

Rico berharap kedua orang tuanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, ia juga meminta agar proses pencarian tetap dilakukan hingga keberadaan keduanya diketahui secara pasti. may/jsi-red

 

-
-
-