-
Ekobis

Tantang Kemarau dan Sungai Kering, Bulog Kalteng Genjot Distribusi Bantuan Pangan

137
×

Tantang Kemarau dan Sungai Kering, Bulog Kalteng Genjot Distribusi Bantuan Pangan

Sebarkan artikel ini
Foto : Erwin Budiana Kepala Perum Bulog Kalteng saat meninjau penyaluran bantuan di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9). FOTO TABENGAN/LIDIA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID — Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat penyaluran bantuan pangan beras dari Pesiden. Hingga pertengahan September 2026, realisasi penyaluran di tingkat provinsi baru mencapai 35 persen.

Hal ini disebabkan strategi Bulog yang sengaja memprioritaskan wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau terlebih dahulu guna mengantisipasi kendala geografis serta musim kemarau panjang.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mendahulukan daerah-daerah yang medannya berat karena khawatir tidak terkejar jika disalurkan di akhir batas waktu.

“Kami prioritaskan untuk daerah-daerah yang sulit terlebih dahulu, daerah-daerah yang terjauh. Karena khawatirnya kalau misalnya daerah-daerah tersebut dilakukan penyebaran di akhir, nggak akan keburu, mengingat penyaluran ini diberi waktu sampai dengan akhir September harus selesai 100 persen,” ujar Erwin saat meninjau penyaluran bantuan di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9).

Erwin mengakui, musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kalteng seperti Kabupaten Katingan dan Gunung Mas menjadi tantangan tersendiri.

Jalur distribusi sungai yang biasanya dapat dilalui perahu tradisional (kelotok) dengan kapasitas tonase besar kini mengalami pendangkalan bahkan kering total.

Untuk menyiasati hal tersebut, Bulog bersama aparat setempat menggunakan moda transportasi alternatif. Di jalur yang airnya sangat surut, petugas terpaksa menggunakan sepeda motor dengan kapasitas angkut yang jauh lebih kecil, atau menggunakan perahu dengan muatan terbatas.

“Yang tadinya kita angkut pakai perahu bisa ton-tonan, motor kan hanya boleh beberapa kali bolak-balik. Atau yang airnya masih sedikit, yang biasanya muat 1 sampai 2 ton, kini paling kita bawa cuma 100 sampai 200 kilo. Sehingga memang memerlukan waktu yang lebih lama,” jelasnya.

 Jumlah Penerima Bertambah

Pada periode penyaluran kali ini, jumlah penerima bantuan pangan di Kalteng mengalami penambahan. Dari sebelumnya sebanyak 207.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada periode lalu, kini bertambah sebanyak 7.000 orang sehingga totalnya menjadi 212.000 penerima.

Setiap KPM menerima bantuan berupa beras medium sebanyak 10 kilogram per bulan. Namun, untuk periode kali ini, bantuan disalurkan sekaligus untuk tiga alokasi sekaligus.

“Jadi untuk yang sekarang langsung disalurkan untuk tiga alokasi, masing-masing penerima mendapatkan 30 kilogram beras medium untuk periode Juli, Agustus, dan September, dan diselesaikan di bulan September ini,” terangnya.

Terkait kriteria penerima, Erwin menegaskan bahwa data yang digunakan bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial serta Badan Pusat Statistik (BPS) yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional. Kriteria utamanya adalah masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4.

Sementara itu, untuk wilayah Kota Palangka Raya, Kelurahan Palangka tercatat sebagai kelurahan dengan jumlah penerima terbanyak kedua setelah Kelurahan Pahandut.

Lurah Palangka, Dawid, membenarkan bahwa wilayah kerjanya mendapatkan kuota penerima bantuan pangan yang cukup besar pada periode ini.

“Memang untuk Kelurahan Palangka mendapatkan kuota sebanyak 2.262 penerima, seperti yang disampaikan dari pihak Bulog tadi. Data penerima ini memang kami terima langsung dari Bulog,” kata Dawid.

Ketika disinggung mengenai fluktuasi jumlah penerima di wilayahnya, Dawid menyebutkan bahwa kuota untuk Kelurahan Palangka tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

“Sama seperti periode yang pertama kemarin. Berarti tidak berubah,” pungkasnya.(Ldw).

-
-
-