SAMPIT/tabengan.co.id – Sepanjang tahun 2019 lalu, sedikitnya terjadi 35 kasus kebakaran bangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebanyak 25 kasus di antaranya ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat. Dari puluhan kasus yang ditangani, sebagian besar kebakaran disebabkan arus pendek atau korsleting listrik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim Rihel mengungkapkan, dari puluhan peristiwa kebakaran yang pihaknya tangani, sebagian besar disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. “Selain usia instalasi listrik yang sudah tua, ada juga karena instalasi listrik yang tidak sesuai standar dan peruntukannya,” terang Rihel kepada wartawan, Kamis (16/1).
Selain itu, lanjutnya, beberapa peritiwa kebakaran yang ditangani Dinas Damkar dan Penyelamatan menunjukkan bahwa kebakaran terjadi karena kabel yang digunakan untuk instalasi listrik tergolong kecil dibandingkan dengan daya listrik yang digunakan. Sehingga membuat kabel cepat panas dan menimbulkan percikan api. c-arb





