PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Kumai menggelar peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 dengan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.
Dimana kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh karyawan Pelindo Group di wilayah Kumai dan Bumiharjo, sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan selamat. Dan peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefresh kembali prosedur keselamatan bagi seluruh insan pelabuhan.

Adapun sqlah satu agenda utama dalam peringatan ini adalah pelaksanaan drill atau simulasi pemadam kebakaran yang melibatkan tim tanggap darurat perusahaan bersama dinas Pemadam Kebakaran Kotawaringin Barat.
Dalam simulasi tersebut, para karyawan dilatih untuk sigap menghadapi situasi darurat api, mulai dari cara penanganan awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga koordinasi tim saat evakuasi.
Simulasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan dalam menghadapi potensi risiko kebakaran yang dapat terjadi kapan saja di area operasional pelabuhan.

Selain aspek teknis penanganan api, Pelindo juga membekali karyawan dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan ini mencakup teknik resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan pertama pada kecelakaan kerja sebelum bantuan medis tiba.
Dengan pemahaman BHD yang mumpuni, diharapkan setiap karyawan Pelindo Group Kumai-Bumiharjo memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama yang krusial guna menyelamatkan nyawa rekan kerja maupun pengguna jasa dalam situasi kritis di area dermaga maupun kantor.
Dan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan kesehatan publik, rangkaian Hari K3 Nasional ini juga diisi dengan aksi kemanusiaan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Dan Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dari para sukarelawan Pelindo Group, yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kotawaringin Barat.

Aksi ini menunjukkan bahwa semangat K3 tidak hanya berfokus pada keselamatan internal perusahaan, tetapi juga memberikan dampak sosial positif bagi kesehatan masyarakat luas khususnya Kabupaten Kotawaringin Barat.
Junior Manager Cabang Kumai Akhmad Syahrudin” menegaskan bahwa penerapan prinsip K3 adalah pondasi utama dalam mendukung pertumbuhan kinerja pelabuhan yang berkelanjutan.
Akhmad juga menyampaikan melalui rangkaian kegiatan ini, perusahaan berupaya menekan angka kecelakaan kerja (zero accident) serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental para pekerja. Dengan budaya K3 yang melekat kuat, Pelindo optimis dapat terus memberikan pelayanan prima dan menjaga kelancaran logistik nasional tanpa mengesampingkan faktor keselamatan manusia.(yulia)











