- Kesiapan Sistem Belum Diikuti dengan Kesiapan Pemda untuk Menyampaikan Dokumen Persyaratan Penyaluran.
- 778 Desa Terima Penyaluran Reguler Tahap I dan 502 Desa untuk BLT Triwulan I dari 1.432 desa di Kalteng.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Memasuki penghujung Triwulan I APBN, belum ada DAK Fisik yang tersalurkan di Kalimantan Tengah. Penyaluran DAK Fisik sedikit tertunda karena adanya persiapan untuk aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN).
Kepala Kanwil DJPb Kalteng Hari Utomo mengatakan, belum adanya penyerapan DAK Fisik diakibatkan kesiapan sistem belum diikuti dengan kesiapan Pemda untuk menyampaikan dokumen persyaratan penyaluran. Satu kontrak fisik pun belum kelihatan di aplikasi Omspan dari masing-masing Pemda di Kalteng.
“Kalau kita bicara angka fisik lebih kepada angka-angka kontrak fisik yang kemudian bisa dihasilkan oleh Pemda dari alokasi di angka fisik yang sudah ada, yang sudah kita terima di akhir tahun,” ucapnya usai menggelar rilis kinerja APBN 2023 Kalteng sampai dengan 28 Februari, Kamis (16/3).
Ia menerangkan, sebenarnya di tahun ini isunya seluruh jenis transfer daerah disalurkan oleh KPPN yang ada di Kalteng. Jadi 4 KPPN menyalurkan TKD.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya hanya kepada angka fisik, non fisik dan dana desa. Kembali kepada penyerapan DAK Fisik yang tertunda, ternyata pemerintah daerah lebih berfokus supaya Dana Alokasi Umum (DAU) tidak terlambat. DAU dipergunakan untuk membayar gaji para ASN daerah, termasuk operasional satker-satker daerah.
“Kita turut bersyukur DAU dan DBH di Kalteng tidak ada yang telat, kecuali Kapuas tertunda sehari, karena persyaratan ada yang telat, sehingga penyalurannya kalau DAU bulan Februari tersalurkan di akhir Januari, DAU bulan Maret disalurkan di akhir Februari, punyanya Kapuas itu di awal bulan, karena mereka memang telat menyampaikan,” terangnya.
Hari menambahkan, keterlambatan penyaluran DAK Fisik mungkin tidak berpengaruh terhadap alokasi APBN. Hanya saja jika berbicara tentang kecepatan menghasilkan output, maka kebermanfaatan program yang sudah direncanakan sejak akhir tahun lalu bagi masyarakat akan tertunda.
“Tentunya kami dari DJPb Kalteng akan mendorong Pemda setempat agar bisa cepat melakukan penyerapan DAK Fisik, sehingga output ke masyarakat juga cepat dirasakan,” imbuhnya.
Di sisi lain, lanjutnya, kinerja penyaluran dana desa per 15 Maret 2023 sudah menunjukkan angka yang bagus, yakni di 19,06 persen. Angka tersebut lebih baik dari kinerja tahun lalu di periode yang sama.
Sejauh ini sudah ada 778 desa yang menerima penyaluran reguler tahap I dan 502 desa untuk BLT Triwulan I dari 1.432 desa di Kalimantan Tengah.
“Ada beberapa kabupaten yang memang belum menyalurkan dana desa, sehingga kami menunggu Pemda segera menyelesaikan keperluan terkait warga penerima manfaat. Kinerja saat ini lebih bagus dari pada tahun lalu,” pungkasnya. fwa





