-
Lamandau

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan HUT RI dan Hari Jadi Lamandau

54
×

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan HUT RI dan Hari Jadi Lamandau

Sebarkan artikel ini
NONTON WAYANG- Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengenakan pakaian adat Jawa saat menyaksikan pagelaran Wayang Kulit, Kamis (17/8) malam di Bundaran Rusa. TABENGAN/KARAMOI
-

NANGA BULIK/TABENGAN.CO.ID- Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-21 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggelar berbagai hiburan rakyat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ada hiburan yang unik pada tahun ini. Bahkan sebagai penutupan Bulan Muharram (Suro) 1445 H, pada Kamis (17/8) malam, diadakan pagelaran Wayang Kulit di Bundaran Rusa, Kota Nanga Bulik.

Ribuan warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Asmoro Bumi yang dibawakan oleh Dalang Ki Warseno Slank.

Kehadiran Bupati Lamandau H Hendra Lesmana, saat nonton pagelaran Wayang Kulit ternyata juga menyita perhatian publik. Jika biasanya dalam suatu acara Bupati Hendra hanya mengenakan setelah batik ataupun kemeja, namun pada saat nonton Wayang tersebut Bupati mengenakan pakaian adat jawa, lengkap dengan blankonnya.

Dalam sambutannya, Bupati Hendra Lesmana mengatakan bahwa dalam rangka hari jadi Republik Indonesia ke-78 dan penutupan bulan Muharram (Suro) 1445 H, serta hari jadi Kabupaten Lamandau yang ke-21 Pemkab Lamandau telah melaksanakan berbagai macam kegiatan.

“Insyallah akan kita adakan Lamandau bersholawat masih dalam rangka hari jadi Kabupaten Lamandau dan HUT RI,” ungkapnya.

Malam ini, lanjut dia, saya menggunakan baju adat Jawa. “Ini bukti kecintaan terhadap adat Jawa, Lamandau ini berbagai macam adat dan budaya, serta berbagai macam suku jangan sampai kita terpecah belah Karena perbedaan,” ujarnya.

Dia meneruskan, bahwa Kalimantan Tengah (Kalteng) mempunyai Rumah atau Huma Betang yang mempunyai semboyan yang mengedepankan musyawarah dan mufakat kesetaraan sesama manusia, kebersamaan, kekeluargaan atau persaudaraan, persatuan dan taat pada hukum.

“Sehingga, tidak salah jika Huma Betang ini sebagai simbol kerukunan. Kita harus bersatu padu untuk modal kita, agar masyarakatnya semakin maju dan sejahtera khususnya Kabupaten Lamandau,” tukasnya. c-kar

-
-
-