Spirit Kalteng

Palangka Raya Tertinggi Angka Pengangguran

44
×

Palangka Raya Tertinggi Angka Pengangguran

Sebarkan artikel ini
Palangka Raya Tertinggi Angka Pengangguran
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapeddalitbang) Kalteng Leonard S Ampung

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Barito Utara (Barut) menjadi daerah dengan angka pengangguran terbanyak di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2023.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapeddalitbang) Kalteng Leonard S Ampung menyebutkan, pada 2023 angka pengganguran di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berada di angka 4,45 persen, Kapuas 3,66 persen, Barito Selatan (Barsel) 4,33 persen, Barito Utara (Barut) 4,85 persen, Sukamara 5,23 persen, Lamandau 3,32 persen, Katingan 4,96 persen, Pulang Pisau (Pulpis) 2,07 persen, Gunung Mas (Gumas) 3,24 persen, Barito Timur (Bartim) 3,37 persen, Murung Raya (Mura) 2,75 persen dan tertinggi di Kota Palangka Raya 5,13 persen. Sedangkan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, datanya tidak ada disebut.

Leonard mengatakan, Palangka Raya sekaligus ibu kota Provinsi Kalteng, sedang menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di kota ini tertinggi di Kalteng.

Fenomena ini dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk banyaknya lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan mencari pekerjaan di Palangka Raya.

“Salah satu penyebab utama tingginya angka pengangguran di Palangka Raya adalah kurangnya akses terhadap pendidikan lanjutan. Hanya sekitar 30 persen lulusan SMA di Palangka Raya yang melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara sebagian besar lainnya langsung masuk ke pasar kerja tanpa keterampilan yang memadai. Mereka yang lulus dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sering kali juga kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Pemprov Kalteng bekerja sama dengan dinas terkait, telah berupaya untuk mengatasi masalah ini melalui berbagai program. Salah satu strategi utama mendorong lulusan SMA dan SMK untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui kewirausahaan.

Program pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan pelatihan keterampilan terus diperkuat agar generasi muda bisa mengembangkan usaha mereka sendiri.

“Selain itu, pemerintah daerah juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan kerja. Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan berperan penting dalam memberikan pendampingan dan bantuan modal bagi calon wirausaha muda. Diharapkan, dengan dukungan yang tepat, para pencari kerja ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui usaha kreatif dan mandiri,” tutur Leonard.

Ia juga menuturkan, dengan upaya tersebut pihaknya berharap dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Palangka Raya. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan kewirausahaan diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi tantangan pengangguran di Bumi Tambun Bungai. ldw