-
Spirit Kalteng

Teras: Perbedaan Jangan Membuat Kita Berlaku Tidak Adil

48
×

Teras: Perbedaan Jangan Membuat Kita Berlaku Tidak Adil

Sebarkan artikel ini
CENDERAMATA-Bapak Pembangunan Kalteng Agustin Teras Narang menerima cenderamata pada kegiatan Bulan Germasa GPIB, Jumat (23/8) di Banjarmasin. ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai bangsa, mesti jadi pedoman serta kebiasaan hidup kita sebagai bangsa Indonesia. Nilai inilah yang mesti dijaga sebagai bangsa, dengan keberagaman tinggi untuk mencapai tujuan bersama sebagaimana cita-cita luhur pendiri bangsa, yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Ini semangat yang saya bagikan juga dengan gembira, bersama Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB), yang digelar hari ini, Jumat (23/8) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan ini merupakan bagian dari Peringatan Bulan Germasa (Gereja, Masyarakat, dan Agama-agama) dalam kalender kegiatan GPIB,” kata Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GKE Agustin Teras Narang.

Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengapresiasi, kegiatan yang merupakan forum dialog lintas agama ini. Kegiatan yang tampak sederhana, tapi merupakan bagian dari perwujudan nilai Pancasila untuk bisa hidup dalam harmoni, saling menghargai dan bertoleransi untuk kebersamaan.

“Saya membagikan pula pengalaman saya sebagai anak bangsa, yang hidup dalam keberagaman. Termasuk saat menjabat sebagai pimpinan Komisi II DPR RI, yang membangun musala di ruang sekretariat komisi, demi memfasilitasi ibadah salat para kolega, staf, serta tamu. Menjabat sebagai Gubernur Kalteng, dengan dukungan semua pihak saya mendorong pembangunan Masjid Raya di Palangka Raya,” tambah Bapak Pembangunan Kalteng ini.

Pengalaman ini, lanjut Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Eka Sinta (YPTKES) GKE ini, dibagikan sebagai bagian dari anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, untuk mengingatkan semua kita. Hidup berbangsa dan bernegara Indonesia, soal perbedaan jangan sampai membuat kita berlaku tidak adil. Kita semua bagaimanapun adalah satu dalam keragaman identitas di Indonesia. Maka dalam perbedaan itu, kita bersama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Gubernur Kalteng 2 Periode ini menyampaikan, kebersamaan dalam nilai Pancasila, modal dasar kita untuk mendorong terciptanya keadilan dan perdamaian, terlebih dengan terwujudnya Ibu Kota Nusantara di bumi Kalimantan. Bersama pula kita menjaga, memperjuangkan, dan mengembangkannya, untuk modal pembangunan bangsa dan negara tercinta ke depan.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? ist

-
-
-