PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Hj Nunu Andriani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pulpis Tony Harisinta, Rabu (28/8) melantik Penjabat Kepala Desa Tanjung Sangalang, Kecamata Kahayan Tengah di Aula Banama Tingang Kantor Bupati Pulpis. Kemudian dirangkai dengan Pengambilan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu Anggota BPD dan Penyerahan SK Bupati tentang Penambahan Masa Jabatan Kepala Desa. Serta Pengukuhan Ketua PKK dan Bunda PAUD Tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa se Kabupaten Pulpis. Acara tersebut sekaligus Pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kaki Gajah Kabupaten Pulpis.
“Pelantikan Pj Kades Tanjung Sengalang, karena Kades definitif Tanjung Sengalang meninggal dunia. Agar tidak terjadi kekosongan dalam struktur pemerintahan desa, maka perlu di tunjuk Pj Kades,” terang Nunu dalam sambutannya.
Seperti diketahui bersama, kata Hj Nunu, telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, perubahan atas UU nomor 6 tahun 2024 tentang Desa, di tanggal 25 April 2024. Di dalamnya terdapat perubahan pasal khusus mengenai desa dan BPD, yakni menambah masa jabatan kepala desa dam BPD yang semula 6 tahun di tambah 2 tahun menjadi 8 tahun. Juga ditindaklanjuti oleh desa dengan menyusun kembali pembangunan jangka menengah desa (RPJMDES) untuk jangka waktu 6 tahun menjadi 8 tahun.
Saat ini, tambah Nunu, kita juga dihadapkan pada situasi adanya ancaman penyakit kaki gajah atau flatiasis. Penyakit menular menahun tersebut disebabkan oleh cacing flaria dan ditularkan melalui nyamuk. Sejak 21 agustus 2021 sampai 21 september 2023, sambung Hj Nunu, dari 30 desa dengan jumlah penduduk yang diperiksa sebanyak 1050 orang, didapatkan 5 kasus positif kaki gajah.
“Ini menandakan masih terjadinya penularan aktif penyakit kaki gajah di Kabupaten Pulang Pisau,” bebernya.
Hal ini, tegas Nunu, menjadi tanggungjawab semua untuk memberikan pengetahuan, dan pencegahan terhadap bahaya kaki gajah.
Lebih lanjut, Hj Nunu menyampaikan kepada kepala desa dan ketua PKK dan Bunda Paud untuk menjadi orang yang amanah, membangun sinergitas dengan semua kepentingan, dan juga memahami peraturan tentang desa, terutama pengelolaan dana desa, baik itu DD dan ADD.
Ia juga berpesan memasuki tahapan pilkada ini, jaga selalu kondisi kamtibmas. Nunu berpesan agar menciptakan suasana sejuk yang nyaman.
Ia menyatakan, demokrasi selalu memberikan pilihan dan pasti ada ruang perbedaan. Namun itu jangan sampai membuat terbelah, saling membenci, dan memecah persatuan dan kesatuan.
“Pilih sesuai hati nurani kita dan yang terbaik untuk bisa membawa pulang pisau lebih maju kedepannya,” pungkasnya. c-mye











