-
Spirit Kalteng

GDAN dan Wanita Islam Bersinergi, Ibu Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba di Kampung Puntun

31
×

GDAN dan Wanita Islam Bersinergi, Ibu Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba di Kampung Puntun

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kawasan Kampung Puntun, Kota Palangka Raya, terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya melalui pengawasan dan penegakan hukum, penguatan iman serta peran keluarga juga dinilai penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.

Hal tersebut diwujudkan Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kota Palangka Raya melalui kegiatan pengajian dan sosialisasi bertajuk “Ibu Tangguh, Keluarga Bersinar – Bersih Narkoba: Selamatkan Anak dan Keluarga dari Bahaya Narkoba”.

Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu dan warga Kampung Puntun tersebut berlangsung di Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba, Kampung Puntun, Kota Palangka Raya, Rabu (4/11/2026).

Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan diisi tausiah oleh Ustaz Marzuki yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan gaya ceramah komunikatif, diselingi humor yang membuat peserta antusias mengikuti kegiatan.

Dalam tausiahnya, Ustaz Marzuki mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari pengaruh narkoba. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing serta melindungi anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Jaga diri kita dan keluarga, lindungi anak-anak dari bahaya narkoba. Jangan sampai kita lengah dan terjerumus dalam perbuatan yang membawa kita masuk neraka,” pesannya.

Ketua PD Wanita Islam Kota Palangka Raya, Sumariyani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama GDAN dalam menggelar kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, keterlibatan perempuan, khususnya para ibu, sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba.

Ia mengatakan, melalui kegiatan pengajian, pihaknya mengajak para ibu untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan masa depan anak-anak, terutama di Kampung Puntun yang selama ini mendapat stigma sebagai kawasan rawan peredaran narkoba.

“Alhamdulillah, ini suatu kehormatan bagi kami Wanita Islam Kota Palangka Raya bisa bergandengan tangan dan bersinergi dengan GDAN. Kami mengajak ibu-ibu untuk menjaga anak-anak dan cucu kita dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Sumariyani menegaskan, ibu merupakan madrasah pertama dalam keluarga. Karena itu, peran ibu sangat penting dalam menanamkan nilai agama, memberikan pengawasan, serta membangun komunikasi dengan anak-anak agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

Sementara itu, Ketua DPP GDAN, Sadagori Henock Binti, yang akrab disapa Ririen Binti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi kepedulian terhadap kondisi Kampung Puntun yang dinilai masih rawan peredaran narkoba.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat setempat merupakan warga yang ingin menjalani kehidupan dengan baik. Karena itu, mereka perlu mendapatkan dukungan dan penguatan agar tidak ikut terdampak oleh aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“Kami melihat Kampung Puntun ini masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba. Padahal, sebagian besar masyarakat di sini adalah warga yang benar-benar ingin hidup dengan baik. Karena itulah, lingkungan ini perlu dipentengi dengan kekuatan iman,” ungkap Ririen.

Ia menjelaskan, GDAN menggandeng Wanita Islam karena perempuan, khususnya para ibu, memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga. Melalui pendekatan keagamaan, para ibu diharapkan memiliki pemahaman dan keberanian untuk mengingatkan anak maupun suami agar menjauhi narkoba.

Ririen juga berharap Posko Terpadu GDAN yang telah berdiri di Kampung Puntun dapat diperkuat dengan dukungan aparat kepolisian, baik Polda Kalimantan Tengah maupun Polresta Palangka Raya.

Menurutnya, keberadaan posko tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat sosialisasi, tetapi juga dapat difungsikan sebagai tempat pengawasan dan penjagaan secara berkelanjutan, termasuk patroli rutin selama 1 x 24 jam.

“Harapan kami kepada aparat kepolisian, Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya, agar posko yang sudah berdiri ini bisa menjadi tempat berjaga-jaga. Jika dilakukan penjagaan 1 x 24 jam, patroli dan sosialisasi secara rutin, kami yakin dalam beberapa bulan ke depan Kampung Puntun bisa menjadi kawasan yang bebas dari narkoba,” tegasnya.

Tidak hanya berfokus pada pencegahan narkoba melalui pendekatan hukum dan keagamaan, GDAN juga menyiapkan program pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat.

Program tersebut direncanakan mencakup kegiatan sosial dan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu, seperti memasak, membuat kue, hingga mengembangkan usaha makanan yang memiliki nilai jual.

GDAN juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mendukung pengembangan produk serta membantu membuka akses pemasaran bagi hasil usaha masyarakat.

Melalui rangkaian program tersebut, GDAN berharap masyarakat Kampung Puntun tidak hanya semakin kuat dalam membentengi keluarga dari bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Kolaborasi antara organisasi masyarakat, kelompok perempuan, tokoh agama, pemerintah, dan aparat penegak hukum diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Kampung Puntun yang aman, produktif, dan bersih dari narkoba.rls/ref

-
-
-