-
PEMKAB KAPUAS

Pemkab Kapuas Evaluasi Kampung Percontohan, Optimalkan Pengelolaan TPS 3R

42
×

Pemkab Kapuas Evaluasi Kampung Percontohan, Optimalkan Pengelolaan TPS 3R

Sebarkan artikel ini
EVALUASI- Asisten II Setda Kapuas, Kusmiyati saat meninjau percontohan TPS 3R di kecamatan Basarang. FOTO: MMCKAPUAS
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melaksanakan monitoring dan evaluasi kampung percontohan tahun 2026 di Desa Basarang, Kecamatan Basarang, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bertujuan memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal sekaligus memperkuat fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang dibangun pada 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas, Kusmiyati. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas yang tersedia serta memastikan kesiapan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang telah dibentuk sebagai pengelola TPS 3R.

Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan. Keberadaan TPS 3R diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya.

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan TPS 3R membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, kesiapan KSM sebagai pengelola menjadi aspek penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain memeriksa kondisi fisik fasilitas, kegiatan evaluasi juga mencakup kesiapan pengelolaan secara menyeluruh, mulai dari pembagian tugas pengelola, mekanisme operasional, hingga upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga.

Melalui penerapan sistem 3R, sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat dipilah dan diolah kembali sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah organik dapat diolah lebih lanjut, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dimanfaatkan kembali atau disalurkan melalui mekanisme daur ulang.

Kusmiyati mengatakan, pemerintah daerah juga perlu mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan melalui pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui monitoring dan evaluasi ini, pengelolaan kampung percontohan di Desa Basarang diharapkan semakin optimal. Keberadaan TPS 3R juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Kapuas.

Pemkab Kapuas terus mendorong agar fasilitas pengelolaan sampah yang telah dibangun dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Kesiapan pengelola, keberlanjutan operasional, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.hr/gie-red

-
-
-