PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kualitas udara di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat mencapai 1.512,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Jumat (23/10/2026) pukul 10.00 WIB.
Angka tersebut masuk kategori berbahaya, seiring masih pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah setempat.
Berdasarkan grafik riwayat kualitas udara, konsentrasi PM2.5 menunjukkan tren peningkatan sejak tengah malam. Pada pukul 00.00 WIB, nilainya berada di kisaran 550 µg/m³, kemudian naik menjadi sekitar 630 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan mendekati 700 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.
Peningkatan berlanjut pada pagi hari. Konsentrasi PM2.5 yang berada di kisaran 700 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB naik menjadi sekitar 860 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut kemudian mendekati 1.000 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB dan melampaui 1.200 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB.
Puncaknya, pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 menembus 1.500 µg/m³. Kondisi ini memperlihatkan tingginya pencemaran udara yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Sidiq, menyampaikan bahwa kualitas udara di Palangka Raya hingga pukul 10.00 WIB secara umum berada dalam kategori berbahaya, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 1.512,7 µg/m³.
Ia mengatakan, kondisi langit yang tampak menguning disebabkan wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, tertutup asap yang cukup tebal.
“Pada saat cahaya matahari melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel atau polutan dari karhutla, dengan konsentrasi yang cukup tinggi, menyebabkan warna dengan panjang gelombang tertentu, biasanya gelombang panjang, dapat terlihat oleh mata,” katanya saat dikonfirmasi.
Fenomena tersebut membuat cahaya matahari yang menembus lapisan asap tampak berbeda dari kondisi normal. Langit yang menguning menjadi salah satu gambaran dampak pekatnya asap yang menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya.
“Di tengah kondisi udara yang masih dipenuhi asap, cuaca di Kota Palangka Raya diprakirakan masih cerah berawan hingga berawan disertai asap,” tambahnya.
Ihsan juga menyampaikan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Sabtu (24/10/2026) di sebagian besar wilayah Barito Selatan dan bagian tengah Kabupaten Kapuas.
Sementara itu, pada Minggu (25/10/2026), hujan diprakirakan berpotensi terjadi di wilayah Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Seruyan, Katingan, Kapuas, dan Kota Palangka Raya.
Potensi hujan tersebut menjadi salah satu perkembangan cuaca yang perlu diperhatikan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Meski demikian, hujan tidak serta-merta menjamin kualitas udara langsung kembali normal karena kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh sumber polutan dan keadaan atmosfer.
“Kami menghimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, gunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di luar, serta menjaga kondisi ruangan agar paparan asap dapat diminimalkan,” pungkasnya. dte/fwa-red











