-
Spirit Kalteng

Kabut Asap Karhutla Serbu P. Raya Lagi, PM2,5 Tembus 209,9 µG/M-433 Hotspot Terdeteksi Di Kalteng

74
×

Kabut Asap Karhutla Serbu P. Raya Lagi, PM2,5 Tembus 209,9 µG/M-433 Hotspot Terdeteksi Di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kabut - Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap meski hujan sudah beberapa kali turun, Palangka Raya, Selasa (3/11)FOTO Tabengan/Yulianus
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan, kualitas udara di Kota Palangka Raya justru kembali menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Konsentrasi partikel debu halus atau Particulate Matter 2.5 (PM2,5) mengalami peningkatan tajam hingga mencapai 209,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Selasa (3/11/2026) pukul 11.00 WIB.

Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Peningkatan konsentrasi PM2,5 terpantau sejak pagi, seiring masih terdeteksinya ratusan titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Kelas I Palangka Raya, Ika Priti mengatakan, berdasarkan pemantauan kualitas udara, terjadi peningkatan konsentrasi PM2,5 yang cukup signifikan sejak pukul 09.00 WIB.

“Dalam kurun waktu 2 jam, konsentrasi PM2,5 meningkat dari sekitar 100 µg/m³ menjadi 209,9 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara di Palangka Raya masih berada dalam kategori sangat tidak sehat,” katanya.

Selain peningkatan PM2,5, berdasarkan pantauan sebaran titik panas, terlihat cukup banyak hotspot di sisi timur wilayah Kota Palangka Raya.

“Berdasarkan pantauan titik panas atau hotspot, terpantau cukup banyak titik di sisi timur wilayah Kota Palangka Raya,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data satelit Terra, Aqua, NOAA20 dan NOAA21 periode pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 433 titik panas di Kalteng.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 425 titik masuk kategori tingkat kepercayaan sedang, tujuh titik kategori tinggi, dan satu titik kategori rendah. Sebaran titik panas terlihat mengelompok di sejumlah wilayah, terutama kawasan bagian tengah hingga timur Kalteng.

Selain itu, Ika menjelaskan bahwa kondisi angin juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat membawa asap menuju wilayah Kota Palangka Raya.

“Arah angin dominan dari timur hingga tenggara, sehingga asap berpotensi terbawa ke wilayah Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.

“Masyarakat disarankan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, anak-anak dan lansia harus lebih berhati-hati terhadap paparan asap dan partikel debu halus,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-