Spirit Kalteng

CUACA EKSTREM-Rumah dan Jalan Hancur Diterjang Ombak

8
×

CUACA EKSTREM-Rumah dan Jalan Hancur Diterjang Ombak

Sebarkan artikel ini
CUACA EKSTREM-Rumah dan Jalan Hancur Diterjang Ombak
FOTO ISTIMEWA DITERJANG- Rumah warga Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kobar rusak diterjang gelombang tinggi, Selasa (3/12) malam. Tampak warga gotong-royong memperbaiki jalan yang rusak akibat amukan ombak.  

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir pantai Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (3/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, satu rumah warga di Desa Keraya hancur dan akses jalan desa porak poranda.

Kepala Desa Keraya Jumattollah ketika dikonfirmasi Tabengan, Rabu (4/12), mengatakan, gelombang tinggi akan terjadi sampai satu minggu ke depan, hal itu berdasarkan laporan dari BMKG. Pihak desa pun telah mengimbau warga Desa Keraya untuk sementara waktu mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

“Gelombang tinggi yang disertai angin kencang telah merusak akses jalan desa, dan satu buah rumah warga, dimana jumlah warga Desa Keraya sebanyak 174 kepala keluarga. Gelombang yang menerjang desa kami dengan ketinggian 2 meter yang disertai angin kencang,” kata Jumattollah.

Menurutnya, jarak permukiman pendudukan ke pinggir pantai sangat dekat kurang lebih 15 meter, sementara tanggul pemecah ombak pun belum terselesaikan pembangunannya. Wilayah yang paling rawan kurang lebih 750 meter. Di saat cuaca ekstrem seperti saat ini, demi keselamatan warga, maka untuk sementara waktu bisa mengungsi.

“Kami mengharapkan ada solusi dari pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pusat untuk bisa mengatasi abrasi ini. Sebab, wilayah yang paling rawan hanya 750 meter, untuk itu kami harapkan agar segera dilanjutkan pembangunan pemecah ombak tersebut,” harapnya.

Menghadapi cuaca ekstrem saat ini, warga Keraya yang bermata pencarian sebagai nelayan untuk sementara waktu tidak pergi melaut.

“Hampir 60 persen warga kami pekerjaannya sebagai nelayan, saat cuaca ekstrem seperti ini maka mereka ada yang  libur melaut dan ada juga yang nekat melaut, karena pertimbangannya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” pungkasnya. c-uli