
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran melakukan kunjungan mendadak ke SMAN 3 Palangka Raya, Selasa (10/6). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan dan memberikan motivasi kepada para pelajar agar memiliki karakter dan semangat untuk maju.
“Kita harus memberikan semangat kepada anak-anak muda. Mereka adalah generasi kita. Mereka harus punya karakter, punya mindset untuk lebih maju,” ujar Gubernur Agustiar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng M Reza Prabowo yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut menjelaskan, kunjungan Gubernur bersifat inspeksi mendadak (sidak).
Reza mengatakan, Gubernur baru saja kembali dari kunjungan kerja di wilayah barat Kalteng pada Senin malam, dan langsung memberi arahan untuk melakukan tinjauan ke sekolah-sekolah.
“Jadi sebenarnya ini adalah sidak. Tadi malam Bapak Gubernur pulang dari kunjungan kerja wilayah barat sekitar pukul 22.00 WIB. Lalu sekitar pukul 23.00 WIB, beliau memberikan arahan ingin meninjau sekolah yang ada di Palangka Raya. Awalnya lokasinya belum ditentukan, tapi akhirnya beliau memutuskan untuk mengunjungi SMAN 3,” terang Reza.


Dalam tinjauan tersebut, Gubernur menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi pembelajaran. Ia menilai SMAN 3 baru memiliki lima papan tulis digital dari total empat rombongan belajar (rombel), dan akan segera dilakukan pemenuhan agar sesuai dengan target.
“Target kita, seluruh rombel di SMA/SMK Kalteng akan memiliki papan tulis digital pada tahun ini, sesuai dengan janji Bapak Gubernur. Untuk itu, dari APBD Kalteng telah dialokasikan dana sebesar Rp600 miliar guna penyediaan papan tulis digital bagi sekitar 4.000 rombel,” ujar Reza.
Reza juga menjelaskan, Gubernur turut meninjau kondisi kelas, cat tembok, dan fasilitas lainnya. Ia mengaku telah menyurati seluruh sekolah untuk mengajukan kebutuhan perbaikan, seperti pengecatan gedung sekolah.
“Bapak Gubernur menekankan ruang kelas harus aman, nyaman, dan indah. Jangan sampai bangunannya bagus tapi catnya pudar. Jadi, kami sudah menyurati semua sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kalteng agar mengajukan permohonan pengecatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga melakukan interaksi dengan siswa-siswi SMAN 3 melalui kuis dan memberikan uang pembinaan kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan.
Terkait pembangunan fasilitas, Reza menjelaskan bahwa seluruh pengadaan berbasis kebutuhan. Setiap sekolah diminta mengajukan proposal sesuai skala prioritas, seperti pembangunan toilet, pagar, dan ruang kelas.
“Kita mengadakan sesuatu berdasarkan kebutuhan. Jangan sampai membangun sesuatu yang tidak diperlukan. Makanya semua sekolah kita minta mengajukan proposal agar kita bisa menyusun skala prioritas berdasarkan data riil di lapangan,” jelasnya.
Reza menambahkan, upaya pemerataan pendidikan juga menjadi komitmen utama Gubernur. Tidak hanya sekolah di kota, sekolah di wilayah terpencil dan pedalaman juga menjadi perhatian utama.
“Bapak Gubernur sangat semangat membangun dari desa dan pedalaman. Jadi tidak ada lagi perbedaan kualitas pendidikan antara kota dan desa. Kalau di desa tidak ada internet, kita pasang Starlink. Tidak ada listrik, kita pasang panel surya. Semua akan diselesaikan tahun ini,” pungkas Reza.
Program digitalisasi sekolah di Kalteng, lanjutnya, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, Kalteng mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu provinsi yang paling maju dalam digitalisasi pendidikan.
Selain itu, program pendidikan juga dikaitkan dengan program prioritas lain, seperti Kartu Huma Betang, yang saat ini tengah dikebut pelaksanaannya oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. ldw











