-
PEMPROV KALTENG

BEBERAPA PIHAK RAGUKAN DATA KARHUTLA-Gubernur Agustiar Tantang Turun ke Lapangan

127
×

BEBERAPA PIHAK RAGUKAN DATA KARHUTLA-Gubernur Agustiar Tantang Turun ke Lapangan

Sebarkan artikel ini
Karhutla - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dampingi Menhut RI Raja Juli Antoni meninjau langsung karhutla di Wilayah Kota Palangka Raya, Selasa (13/10). Foto Tabengan/Anita
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mempersilakan pihak-pihak yang meragukan data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menegaskan, besarnya dampak kebakaran di wilayah Kalteng perlu dipahami berdasarkan fakta dan kondisi nyata, bukan sekadar perdebatan mengenai angka.

“Kalau ada yang meragukan data atau menganggap data itu bisa diolah-olah, mari kita lihat bersama di lapangan. Saya akan mengajak untuk melihat langsung kondisinya,” tegas Agustiar saat memberikan keterangan di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kilometer 23, Palangka Raya, Selasa (13/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar menyusul sorotannya terhadap data historis kebakaran lahan di Kalteng. Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikannya, luas lahan yang terbakar sejak 1997 telah mencapai hampir 2 juta hektare lebih.

“Kalau kita melihat data, dari tahun ke tahun, sejak 1997 jumlah lahan yang terbakar sudah hampir 2 juta hektare lebih,” ungkapnya.

Menurut Agustiar, persoalan karhutla tidak semestinya hanya dilihat dari angka statistik. Kondisi faktual di lapangan juga perlu menjadi perhatian bersama untuk memahami dampak kebakaran sekaligus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan.

Ia berharap, pihak-pihak yang mempertanyakan data dapat melihat secara langsung kondisi yang terjadi, sehingga pembahasan mengenai karhutla dapat berlangsung secara terbuka dan berdasarkan fakta.

Di sisi lain, Agustiar menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, petugas pemadam, relawan, dan pihak terkait harus memperkuat koordinasi agar upaya pencegahan maupun pemadaman dapat berjalan lebih efektif.

Pemprov Kalteng, lanjutnya, juga memberikan perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap. Langkah penanganan yang disiapkan meliputi dukungan fasilitas kesehatan, penyediaan air bersih, serta bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan.

Perhatian juga diberikan kepada petugas dan relawan yang berada di garis depan pemadaman. Pemerintah daerah berencana memberikan perlindungan melalui program asuransi bagi para pejuang karhutla.

“Kami juga akan memberikan asuransi bagi para pejuang karhutla ini,” tegasnya.

Agustiar berharap, keterbukaan terhadap data yang disertai pemeriksaan langsung di lapangan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai persoalan karhutla di Kalteng. Dengan demikian, upaya penanganan tidak berhenti pada perdebatan, tetapi berlanjut pada kerja sama konkret untuk mencegah kebakaran dan melindungi masyarakat. ldw/ded-red

 

 

-
-
-