PEMPROV KALTENG

Inflasi Kalteng Naik, TPID Cepat Susun Peta Jalan

21
×

Inflasi Kalteng Naik, TPID Cepat Susun Peta Jalan

Sebarkan artikel ini
Inflasi Kalteng Naik, TPID Cepat Susun Peta Jalan
Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menekankan pentingnya penyusunan peta jalan (road map) pengendalian inflasi bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten dan Kota se-Kalteng. Upaya ini dinilai krusial agar pengendalian inflasi di setiap wilayah berjalan terarah, terstruktur, dan berdampak pada penguatan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, usai mengikuti Rapat Pembahasan Kondisi Inflasi Terkini dan Tindak Lanjut Penyelesaian Road Map TPID Tahun 2025–2027 di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (9/7).

“Pemantapan road map ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Melalui penyusunan road map, kita dapat memantau perkembangan inflasi secara lebih terarah, mengetahui aspek yang masih kurang, serta menentukan langkah-langkah yang perlu ditingkatkan,” ujar Yuas.

Ia menambahkan, penyusunan road map tidak hanya sebagai formalitas, tetapi harus menjadi alat yang strategis untuk mengarahkan kebijakan pengendalian harga barang dan jasa.

Yuas mengungkapkan, saat ini masih ada beberapa TPID kabupaten/kota yang dalam tahap awal penyusunan, sementara sebagian lainnya telah hampir rampung. Ia mendorong agar penyusunan dilakukan secara lebih optimal.

“Kami berharap TPID kabupaten dan kota dapat menyusun road map secara lebih optimal dan terstruktur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri telah menyusun road map pengendalian inflasi untuk periode tiga tahun, yakni 2025 hingga 2027. Namun demikian, road map ini masih terbuka untuk penambahan dan penyempurnaan dari OPD yang masih dalam proses,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kondisi inflasi terkini. Berdasarkan data, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalteng pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,32 persen secara bulanan (month to month/mtm), atau sebesar 1,06 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan Mei 2025 yang mengalami deflasi sebesar 0,53 persen (mtm) atau inflasi sebesar 0,46 persen (yoy).

Peningkatan inflasi pada Juni disebabkan oleh naiknya harga beberapa komoditas seperti bawang merah, angkutan udara, ikan peda, cabai rawit, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Namun demikian, lonjakan inflasi yang lebih tinggi berhasil ditekan oleh penurunan harga komoditas lainnya, seperti beras, ikan nila, bensin, ikan patin, dan ikan baung.

“Secara spasial, inflasi IHK di Kalimantan Tengah masih terkendali, meskipun sudah berada di luar kisaran sasaran inflasi nasional,” ujar Yuas menambahkan.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalteng Budi Cahyanto, Deputi Bank Indonesia Andrian Pangestu, Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng M Taufiqurrahman, sejumlah kepala perangkat daerah, serta seluruh anggota TPID se-Kalteng. ldw