PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hari Pertama rangkaian kegiatan Seminar Internasional dilaksanakan kegiatan bertajuk Mimbar Demokrasi. Hadir sejumlah pejabat dan tokoh-tokoh dari berbagai daerah bahkan negara serumpun.
Tampak Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Sekjen MADN Yakobus Kumis, Ketua Harian DAD Kalteng Prof Andrie Elia Embang, serta utusan dari Serawak dan Sabah turut mengikuti kegiatan Mimbar Demokrasi.
Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng menyampaikan, kegiatan kali ini sekaligus momentum penting pertemuan masyarakat adat Dayak, dan Mimbar Demokrasi sebagai wadah menghargai tradisi, dan juga membuka jalan bagi masa depan yang demokratis, adil, dan inklusif.
Seperti kita ketahui bersama, masyarakat adat Dayak memiliki warisan nilai yang sangat luhur, salah satunya adalah filosofi Huma Betang. Sebuah pandangan hidup yang menempatkan kebersamaan, toleransi, dan musyawarah sebagai landasan hidup bermasyarakat.
Filosofi ini, lanjut Sekda, selaras dengan nilai-nilai demokrasi modern. Di mana perbedaan dihargai, suara setiap warga didengar, dan keputusan diambil secara bersama-sama demi kebaikan bersama.
Oleh karena itu, kata dia, demokrasi sejati sesungguhnya telah lama hidup dan tumbuh dalam budaya Dayak, jauh sebelum istilah itu dikenal luas. Pertemuan hari ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam proses demokrasi.
Mengangkat suara-suara dari akar rumput. Mendorong perlindungan terhadap hak-hak adat dan wilayah kelola masyarakat hukum adat, dan menjembatani nilai-nilai lokal dengan sistem pemerintahan modern.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen untuk terus melindungi eksistensi masyarakat adat, menjaga dan merawat kearifan lokal, serta memastikan pembangunan di Kalteng yang berkeadilan sosial dan berkelanjutan. Kami meyakini bahwa masa depan Kalteng akan kuat, jika dibangun di atas akar budaya yang kokoh dan semangat demokrasi yang sehat,” tutup Leonard.
Sementara itu, Ketua Harian DAD Kalteng Prof Andrie Elia Embang menyampaikan, selamat datang kepada saudara-saudara suku Dayak yang berasal dari Pulau Kalimantan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. Sebuah kebanggan bagi Kalteng, dapat menghadirkan semua saudara suku Dayak di tempat ini.
“Saya ucapkan selamat datang, dan terima kasih atas kedatangan saudara-saudara semua, dalam mensukseskan kegiatan yang sangat penting bagi kita ini. Ini menjadi momen yang sangat berharga, untuk bagaimana menyusun berbagai masukan bagi pemerintah untuk mendukung perkembangan suku Dayak kedepan,” kata Prof Elia.
Dukungan penuh juga disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Danrem 102/Pjg, dan juga Kepala BIN Daerah Kalteng atas pelaksanaan Seminar Internasional ini. ded





