-
SPIRIT POLITIK

FAIRID NAPARIN ATAU EDY PRATOWO-Musda XI Golkar Kalteng Digelar 28-30 November

73
×

FAIRID NAPARIN ATAU EDY PRATOWO-Musda XI Golkar Kalteng Digelar 28-30 November

Sebarkan artikel ini
TETAP SOLID-Musda XI Partai Golkar Kalteng akan digelar pada 28–30 November di Hotel Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) akan digelar pada 28–30 November di Hotel Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya. Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kalteng Suhartono Firdaus, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (21/11).

“Ya, tanggal 28–30 di Swiss-Bel Palangka,” ujar Suhartono. Ia juga memastikan bahwa Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bahlil Lahadalia dijadwalkan hadir dalam agenda politik penting tersebut.

“Untuk Ketum insyaallah datang, hanya mengatur jamnya saja,” jelasnya.

Terkait kandidat yang akan maju dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Kalteng, Suhartono menyampaikan, pendaftaran baru akan dibuka pada 25–26 November. Karena itu, kepastian nama calon akan terlihat setelah proses tersebut berlangsung.

“Untuk kandidat nanti diketahui setelah dibuka pendaftaran pada tanggal 25–26 November,” ucapnya.

Kendati demikian, dinamika politik internal menyebutkan adanya dua nama kepala daerah yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat, yakni Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, dan Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo. Bahkan, informasi yang beredar menyebutkan Edy Pratowo berpotensi menjadi calon tunggal.

Sementara itu, Wakil Ketua Golkar Kalteng Muhammad Rizal menegaskan, kemunculan berbagai nama dalam bursa ketua adalah hal lumrah dalam tradisi demokrasi Golkar.

“Partai Golkar adalah partai kader, partai besar yang menjunjung tinggi azas berdemokrasi. Wajar jika menjelang Musda muncul kader-kader yang ingin menjadi pemimpin partai,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap proses dukungan kepada pemilik suara merupakan bagian dari mekanisme yang sah. Klaim dukungan yang muncul di awal menurutnya tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

“Namun demikian, politisi dan para tokoh Golkar selalu melihat ke depan untuk menjaga kebersamaan. Kompromi politik dengan batas tertentu penting dilakukan tanpa mengorbankan nilai musyawarah mufakat,” terang Rizal.

Rizal juga mengungkapkan bahwa dua figur kuat, Fairid Naparin dan Edy Pratowo, telah menunjukkan kedewasaan politik dengan menjalin kesepahaman.

“Dengan mediasi para tokoh Golkar nasional, keduanya berhasil dipertemukan dalam semangat musyawarah mufakat tanpa saling menjatuhkan. Ini demi memperlancar pelaksanaan Musda dan membangun kekuatan menghadapi kontestasi politik ke depan,” katanya.

Ia menyebut Fairid memiliki dukungan signifikan dari mayoritas kabupaten/kota serta sejumlah organisasi masyarakat pendiri dan yang didirikan Golkar, seperti SOKSI, MKGR, Kosgoro 1957, HWK, AMPI, dan Al Hidayah. Sementara Edy tetap menjadi salah satu kader senior yang dihormati.

“Itulah kedewasaan Partai Golkar. Kebersamaan adalah satu kekuatan. Suara Golkar adalah suara rakyat,” pungkas Rizal.

Musda XI Golkar Kalteng sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2025, namun ditunda oleh DPP dan akhirnya menetapkan jadwal baru pada penghujung November mendatang. jef

 

-
-
-