
CEPAT RESPON-Bupati Kobar bersama Dinas PUPR Kobar meninjau langsung lokasi ambruknya jembatan di Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada. FOTO ISTIMEWA
Pangkalan Bun/tabengan.co.id- Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Muhammad Hasyim Mualim, Minggu (21/9) meninjau langsung ke lokasi ambruknya jembatan di Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada.
Dimana jembatan yang menghubungkan Rw 07 ke Rw 01 desa Pandu Sanjaya, pada hari Jumat (19/9) ambruk akibat curah hujan tinggi, menyebabkan jembatan tersebut tergerus arus deras .
Kepala Dinas PUPR Kobar Muhammad Hasyim Mualim mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan langsung dari warga perihal ambruknya jembatan tersebut, dimana jembatan itu merupakan akses yang digunakan oleh masyarakat setempat.
“Begitu kejadian kami langsung menurunkan tim untuk meninjau langsung dan cek tingkat kerusakan, kami respon karena hal itu sangat penting untuk memulihkan aksesibilitas warga , karena jembatan itu merupakan jalur vital untuk transportasi warga,” ujar Hasyim Mualim.
Hasyim pun menyampaikan, setelah ditinjau oleh Bupati Kobar, maka langkah yang akan di lakukan yakni akan membangun kembali jembatan tersebut atau quater box yang memerlukan biaya sebesar Rp1,8 miliar.
“Akan tetapi untuk jangka pendek kita akan membuat jembatan darurat dari kayu, jembatan sementara itu hanya bisa di lalui oleh kendaraan roda dua saja,” ujar Hasyim.
Selain itu juga, lanjut Hasyim, Dinas PUPR Kobar langsung melakukan normalisasi sungai agar aliran sungai lancar ,dimana kegiatan normalisasi sungai ini upaya untuk mengembalikan dan memperbaiki fungsi sungai , agar mampu menampung serta mengalirkan air dengan lancar,” imbuh Hasyim.
Hasyim menambahkan juga ambruknya jembatan desa Pandu Sanjaya karena terjadinya pendangkalan sungai, akibat perilaku masyarakat membuang sampah ke sungai, sehingga pada saat debit air meningkat akibat pendangkalan tersebut, sehingga menggerus jembatan.
“Budaya mejaga kebersihan lingkungan ini sangat penting, akibat membuang sampah sembarangan atau ke sungai berdampak buruk, selain terjadinya pencemaran juga merusak fasilitas umum akibat aliran sungai yang tidak lancar, untuk kami imbau agar warga tidak membuang sampah ke sungai,” pungkas Hasyim Mualim. (Yulia)





