Hukrim

Si Jago Merah Nyaris Lahap Rumah di Jalan Beliang

28
×

Si Jago Merah Nyaris Lahap Rumah di Jalan Beliang

Sebarkan artikel ini
Si Jago Merah Nyaris Lahap Rumah di Jalan Beliang
TERBAKAR-Kondisi mobil dan sejumlah peralatan rumah yang ludes terbakar. TABENGAN/DIRMANTIO

Berawal dari Ember Berisi Pertalite

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Warga Jalan Beliang Induk No. 191 A, Kecamatan Jekan Raya, dikejutkan dengan peristiwa nyaris terbakarnya sebuah rumah pada Kamis (16/10). Api sempat menyala dan menimbulkan kepanikan, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan warga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kejadian bermula ketika pemilik rumah, Febri, sedang menyedot BBM jenis Pertalite dari mobil ke dalam sebuah ember di halaman rumahnya. Tanpa disadari, ibunya sedang berada tak jauh dari lokasi tersebut sambil menggunakan raket listrik pembasmi nyamuk.

“Waktu itu saya lagi mindahkan bensin dari tangki mobil ke ember. Ada ibu saya di dekat situ lagi pakai raket nyamuk. Tiba-tiba muncul percikan api dari raket itu dan langsung menyambar ember yang berisi BBM,” ujar Febri saat ditemui di lokasi kejadian.

Dalam hitungan detik, api langsung membesar dan menimbulkan api dan kepulan asap pekat. Melihat kobaran api yang mulai menjalar, warga sekitar segera berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan.

Salah satu warga, Aji, yang tinggal tepat di depan rumah korban, mengaku sempat kaget ketika melihat api tiba-tiba membumbung tinggi.

“Saya sama warga lain langsung lari bantu padamkan. Awalnya saya sama warga lain bantu padamkan pakai air, tapi malah makin besar. Setelah kami pakai APAR, api langsung padam,” kata Aji.

Ia menambahkan, selain memadamkan api, warga juga membantu menyelamatkan satu unit mobil yang dekat dengan sumber api.

“Untungnya cepat ditarik ke luar, kalau tidak bisa-bisa mobil ikut terbakar,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Call Center 112 Kota Palangka Raya Sucipto, membenarkan adanya laporan kebakaran tersebut. Menurutnya, petugas segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Setelah kami tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar menggunakan alat pemadam ringan. Diduga sumber api berasal dari percikan raket nyamuk yang mengenai uap bensin di udara,” terang Sucipto.

Ia menjelaskan, kebakaran bisa saja menjadi besar apabila tidak segera ditangani.

“Uap bensin sangat mudah terbakar. Begitu ada percikan listrik atau api kecil, langsung bisa menyambar. Untung saja warga cepat tanggap,” katanya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut menjadi contoh pentingnya kepedulian dan kerja sama antarwarga di lingkungan tempat tinggal.

“Kalau tidak ada reaksi cepat dari tetangga, mungkin api sudah membesar. Inilah pentingnya saling peduli dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut ini. Namun, pemilik rumah mengalami luka bakar ringan dibagian tangan dan beberapa perabot rumah mengalami kerusakan ringan akibat panas dan percikan api. dte