KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas oleh pemerintah pusat masih belum dapat dilaksanakan di Kabupaten Kapuas. Hal ini disebabkan oleh kendala pada ketersediaan ruang belajar (rumbel) sebagai tahap awal pembelajaran melalui program rintisan.
“Masih terkendala pada ruang belajar sebagai bagian dari pembelajaran awal melalui program rintisan,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Yanmarto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/10).
Menurut Yanmarto, sebelum memasuki tahapan implementasi Program Sekolah Rakyat, harus terlebih dahulu tersedia sekolah rintisan dengan sarana dan prasarana (sapras) yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Beberapa waktu lalu kami sudah mengajukan lokasi ke pusat, yaitu di BLK dan bekas gedung Akper. Namun setelah dilakukan peninjauan oleh tim dari pusat, ternyata lokasi tersebut tidak memenuhi standar yang ditentukan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sesuai ketentuan, ruang belajar yang dibutuhkan minimal terdiri dari empat ruangan, yaitu untuk siswa putra dan putri, ruang guru, dapur, serta fasilitas pendukung lainnya. Karena persyaratan tersebut belum terpenuhi, maka pelaksanaan sekolah rintisan belum bisa dijalankan di Kabupaten Kapuas.
Sementara itu, pemerintah pusat hanya akan membangun sarana prasarana tambahan bagi daerah yang sudah melaksanakan program rintisan. “Sayangnya, Kapuas masih terkendala oleh belum tersedianya ruangan yang sesuai untuk tahap rintisan tersebut,” katanya.
Meski demikian, Yanmarto menegaskan bahwa Kabupaten Kapuas pada prinsipnya sangat antusias terhadap program Sekolah Rakyat. “Lahan sudah disiapkan seluas 10 hektare, siswa pun sudah terdata dan jumlahnya mencukupi. Hanya saja rumbel rintisan belum tersedia. Saat ini, kami menunggu arahan dan keputusan lanjutan dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Program Sekolah Rakyat (SR) sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan memberikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi atau tinggal di daerah terpencil.
Selain memberdayakan masyarakat melalui pendidikan dasar yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan lokal, SR juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, serta kemandirian kepada para peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual.
“Harapan kami, program SR nantinya bisa terealisasi dengan baik di Kabupaten Kapuas,” pungkas Yanmarto.c-hr





