PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Rizky R. Badjuri, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani kopi di Kalteng saat ini adalah ketidakjelasan tempat pemasaran hasil panen mereka.
“Sebab tidak mungkin, petani sudah berusaha dalam menanam kopi, dan saat musim panen malah bingung ke mana harus menjual hasil kopi tersebut,” kata Rizky.
Menurutnya, masalah ini menjadi fokus utama Dinas Perkebunan Kalteng untuk dicarikan solusinya. Petani dinilai harus memiliki kepastian atau ‘pegangan’ agar upaya menanam kopi tidak berakhir tanpa lokasi penjualan yang jelas.
Meskipun Kalteng memiliki potensi produksi kopi, baik jenis Robusta maupun Arabika, masalah pasar dan pengemasan masih menjadi kendala yang menghambat perkembangan.
“Masalah yang dihadapi trend pasaran masih bingung untuk kemasannya seperti apa, terus market-nya seperti apa di mana dan sebagainya,” tambahnya.
Rizky berharap agar petani kopi di Kalteng segera mendapatkan tempat pemasaran yang pasti, sehingga pada musim panen mereka tidak lagi menghadapi kebingungan. Upaya pencarian solusi pemasaran ini terus diintensifkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng.











