PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk lebih serius menjalankan kewajiban kemitraan dengan masyarakat, terutama dalam pemenuhan pola plasma maupun skema alternatif lainnya. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun)Kalteng, Rizky Badjuri, menyebut langkah ini penting guna mengurangi potensi konflik antara perusahaan dan warga.
“Investasi sawit sangat besar kontribusinya bagi Kalteng, tetapi hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Perusahaan tidak boleh abai terhadap kewajiban kemitraannya,” tutur Rizky, Jumat (5/12).
Menurut data Disbun, realisasi plasma di Kalteng kini meningkat menjadi 31 persen. Capaian tersebut dinilai berdampak langsung pada menurunnya aksi pencurian buah sawit di sejumlah wilayah. “Kondisi di lapangan lebih kondusif. Penjarahan buah perusahaan sudah semakin jarang,” katanya.jef











