MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Menyikapi teguran keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara, manajemen PT Batubara Duaribu Abadi (PT BDA) melakukan pertemuan dengan Bupati H Shalahuddin, Kamis (15/1) siang. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan mengakui tanggung jawab atas kerusakan jalan akibat saluran pembuangan dari aktivitas hauling mereka di ruas Jalan Kilometer 30-35, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Timur.
Manager Lingkungan PT BDA, Ardian, menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan perusahaan untuk segera memperbaiki kerusakan yang terjadi. Ia mengungkapkan, proses perbaikan teknis di lapangan telah dimulai.
“Kami sedang melakukan perbaikan di lokasi. Beberapa titik saluran air yang menyebabkan luapan ke badan jalan sedang kami tutup dan perbaiki,” jelas Ardian kepada media usai pertemuan.
Lebih lanjut, Ardian menegaskan komitmen PT BDA untuk berkoordinasi dan bersinergi penuh dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara. Perusahaan menyatakan kesediaannya untuk memenuhi standar teknis perbaikan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami akan bekerja sama dengan PUPR karena mereka yang paling memahami teknisnya. Kami siap menyediakan alat dan sumber daya untuk perbaikan jalan di ruas Benangin KM 30-35 sesuai arahan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bupati Shalahuddin menyambut komitmen perbaikan dari PT BDA namun tetap bersikap kritis. Ia menegaskan bahwa janji perusahaan harus diikuti dengan tindakan nyata dan akan diawasi ketat.
“Mereka sudah menyatakan kesiapan dan meminta maaf. Namun, secara prosedur kami tetap akan menurunkan Tim Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Kami khawatir ada dampak lingkungan lain yang belum teridentifikasi,” tegas Bupati.
Shalahuddin menegaskan bahwa Pemkab tidak akan berhenti pada komitmen lisan. Evaluasi dan koreksi akan terus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Ini akan kami evaluasi dan koreksi terus. Jangan sampai terulang. Dalam beberapa minggu ke depan, DLH akan kami surat tugaskan secara resmi untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan perbaikan ini,” pungkas Bupati dengan tegas.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penyelesaian masalah infrastruktur yang sempat memicu ketegangan antara pemerintah daerah dan perusahaan tambang. Efektivitas komitmen PT BDA akan diuji dalam dua minggu ke depan sesuai tenggat waktu yang diberikan Pemkab. c-old





