Spirit Kalteng

INFLASI TERKENDALI-Di Palangka Raya Minyak Goreng Masih Rp17 Ribu

159
×

INFLASI TERKENDALI-Di Palangka Raya Minyak Goreng Masih Rp17 Ribu

Sebarkan artikel ini
INFLASI TERKENDALI-Di Palangka Raya Minyak Goreng Masih Rp17 Ribu
RAKOR-Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini beserta jajaran saat rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kemendagri, Selasa (27/1). FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga saat ini, tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan, sehingga inflasi daerah tetap berada pada level yang stabil.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyampaikan, pasokan bahan kebutuhan pokok masyarakat masih mencukupi dan distribusinya berjalan dengan baik. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas tertentu.

“Untuk bahan-bahan pokok di Kota Palangka Raya saat ini masih tersedia dan cukup baik, sehingga tidak menimbulkan lonjakan harga,” ujar Zaini sesaat setelah mengikuti rapat koordinasi inflasi bersama Kemendagri, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kota Palangka Raya masih dalam kondisi stabil. Meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun masih berada dalam batas harga acuan tertinggi.

“Salah satunya daging ayam ras, yang naik dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Namun kenaikan ini masih dalam rentang yang wajar,” jelasnya.

Selain itu, komoditas cabai rawit juga mengalami kenaikan dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Namun menurut Zaini, kenaikan tersebut tidak hanya terjadi di Palangka Raya, melainkan merupakan fenomena nasional yang turut memengaruhi indeks harga di daerah.

“Cabai rawit ini secara nasional memang mengalami kenaikan dan turut memberi andil terhadap IPH di Kota Palangka Raya,” katanya.

Sementara itu, untuk komoditas utama lainnya, Zaini menegaskan tidak terdapat kenaikan harga yang signifikan. Beberapa jenis ikan seperti ikan gabus atau ikan haruan memang mengalami kenaikan harga tipis, namun dinilai tidak berdampak besar terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

“Memang ada sedikit kenaikan pada ikan haruan, tapi itu tidak memengaruhi bahan pokok utama,” ujarnya.

Terkait minyak goreng, Zaini memastikan harga di Kota Palangka Raya masih stabil dan tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya, yakni 17.000.

Ia pun mengapresiasi peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya yang terus aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Bulog, guna memantau IPH serta memastikan ketersediaan bahan pokok strategis seperti beras dan minyak goreng.

Alhamdulillah, TPID terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok. Sampai saat ini inflasi di Kota Palangka Raya masih terkendali,” pungkasnya. nws