PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Setelah melalui diskusi panjang yang diwarnai perdebatan cukup panas, akhirnya PT Agrinas Palma Nusantara menyetujui plotting area seluas 855 hektare milik Koperasi Anugerah Alam Permai di Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (24/2/2026).
Penentuan titik koordinat sementara yang dilakukan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi bersama kedua belah pihak kini telah selesai. Hal itu menandai meredanya sengketa lahan antara pihak perusahaan dan koperasi warga Desa Kerabu.
Ketua Koperasi AAP, Reban Nurjaman, mengatakan plotting yang dilakukan KPHP dan disaksikan kedua pihak menjadi bukti bahwa negara hadir dalam menyelesaikan persoalan sengketa lahan di daerah.
“Kami mengedepankan aturan undang-undang yang berlaku. Koperasi AAP adalah milik warga dengan perizinan sah dari pemerintah, dan plotting ini menjadi penentu akhir,” ujarnya.
Reban menegaskan semua pihak harus berkomitmen setelah pemasangan patok tapal batas serta penandaan cat berwarna merah pada sejumlah titik koordinat.
“Pihak Agrinas dan koperasi sama-sama mendampingi pemasangan tapal batas. Sementara kami pasang tiang seadanya dulu, nanti akan diganti dengan yang permanen,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kerabu, Sulaeman. Sebagai pemangku wilayah, ia tidak menginginkan persoalan yang dialami warganya berlarut-larut. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut situasi sempat memanas dan berpotensi memicu hal yang tidak diinginkan.
“Karena konflik ini sudah cukup lama, sikap warga sudah di ambang batas. Sebagai pemangku wilayah, kami tetap berupaya agar suasana bisa dikendalikan dan tetap kondusif,” tuturnya.
Diketahui, suasana sempat memanas saat pertemuan antara masyarakat Desa Kerabu yang merupakan anggota koperasi dengan pihak perusahaan di halaman salah satu camp yang berdiri di area Koperasi AAP. Awalnya diskusi berjalan baik. Kades Sulaeman membuka pertemuan dengan menyampaikan salam hormat serta tujuan kegiatan, yakni plotting tapal batas oleh KPHP bersama instansi terkait yang hadir sebagai pendamping dan pengamanan.
Melihat situasi mulai memanas, dalam diskusi tersebut General Manager PT Agrinas, Agus Erwan, akhirnya menyetujui pelaksanaan plotting yang dilakukan dengan sepengetahuan kedua belah pihak. Hasilnya akan ditindaklanjuti melalui dinas terkait di bawah naungan pemerintah. uli/redfwa











