PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pembangunan infrastruktur jalan terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses ekonomi masyarakat hingga ke pelosok. Meski berada dalam situasi efisiensi anggaran, peningkatan sejumlah ruas strategis tetap digenjot demi memastikan pemerataan pembangunan berjalan optimal.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana kita membuka akses ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendekatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Agustiar, di Palangka Raya, baru-baru ini.
Sejumlah ruas strategis yang menjadi prioritas peningkatan di antaranya Jalan Bukit Liti–Bawan–Kuala Kurun, akses Palangka Raya–Kuala Kurun, jalan lingkar luar selatan Sampit, hingga ruas Simpang Pundu–Tumbang Samba. Peningkatan juga dilakukan di berbagai kabupaten seperti Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, Katingan, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, serta kawasan Kuala Pembuang–Segintung.
Menurut Gubernur, keberadaan jalan yang mantap akan memangkas biaya logistik dan mempercepat mobilitas masyarakat. Hal ini dinilai sangat penting mengingat luasnya wilayah Kalteng dan masih adanya daerah yang bergantung pada akses darat untuk aktivitas ekonomi.
“Dengan jalan yang baik, hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan masyarakat bisa lebih cepat sampai ke pasar. Biaya angkut turun, harga lebih stabil, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.
Data terbaru menunjukkan kondisi jalan provinsi dalam kategori mantap telah mencapai 87,33 persen dari total panjang sekitar 1.275,60 kilometer. Capaian ini menjadi indikator kemajuan pembangunan infrastruktur sekaligus komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Selain peningkatan ruas jalan, pemerintah provinsi juga melakukan normalisasi saluran di wilayah Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama guna mendukung kelancaran infrastruktur dan mengurangi potensi genangan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.
Agustiar menegaskan, efisiensi anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
“Kita ingin Kalimantan Tengah maju dan tumbuh kuat, tanpa ada wilayah yang tertinggal. Infrastruktur jalan adalah tulang punggung pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Dengan penguatan konektivitas melalui peningkatan ruas-ruas strategis, Pemprov Kalteng optimistis akses ekonomi masyarakat semakin terbuka dan pembangunan daerah dapat dirasakan secara adil di seluruh penjuru Bumi Tambun Bungai.ldw/red





