SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – KSOP Kelas III Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026. Langkah ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor setempat dan dipimpin langsung Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian.
Rapat tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Balai Karantina Kesehatan Kelas II Sampit, Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, manajemen Pelindo Regional III Cabang Sampit dan Bagendang, PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Sampit.
Hotman menyampaikan, pihaknya telah melakukan sejumlah tahapan persiapan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik melalui Pelabuhan Sampit. Salah satunya adalah pelaksanaan ramp check atau uji petik kelaikan kapal pada 2 Februari 2026 terhadap KM Dharma Rucitra VI.
“Kami ingin memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar laik laut dan memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat pada masa angkutan Lebaran,” ujarnya.
Selain itu, KSOP Sampit juga mengikuti rapat koordinasi nasional persiapan angkutan Lebaran 2026 secara virtual pada 24 Februari 2026 sebagai bagian dari sinkronisasi kebijakan secara nasional.
Untuk mendukung arus mudik, sejumlah kapal penumpang dijadwalkan melayani rute dari dan menuju Sampit, khususnya ke Semarang dan Surabaya. KM Leuser dijadwalkan tiba dari Semarang pada 13 Maret 2026 dan kembali berangkat pada 14 Maret 2026. Sementara KM Lawit akan tiba dari Surabaya pada 15 Maret 2026 dan bertolak kembali pada 16 Maret 2026.
KM Lawit juga dijadwalkan kembali tiba pada 25 Maret dan berangkat 26 Maret 2026. Sedangkan KM Leuser akan kembali tiba pada 29 Maret dan berangkat 30 Maret 2026. Armada milik PT Dharma Lautan Utama juga disiapkan untuk memperkuat layanan, meski jadwal operasionalnya masih menunggu konfirmasi.
KSOP memproyeksikan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar lima persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2025 tercatat 10.551 penumpang naik dan 5.285 penumpang turun. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 11.078 penumpang naik dan 5.549 penumpang turun.
Menurut Hotman, peningkatan tersebut menjadi perhatian serius untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, termasuk fasilitas parkir, penerangan, dan sistem pelayanan tiket.
“Kami telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyiapkan armada, fasilitas, serta sistem pelayanan agar arus mudik berjalan lancar,” tegasnya.
Sejumlah kendala yang berpotensi muncul juga telah dipetakan, seperti keterbatasan lahan parkir, minimnya penerangan di beberapa titik, antrean boarding tiket, hingga kepadatan akses masuk pelabuhan. Untuk mengatasinya, dilakukan penataan ulang area parkir, penambahan titik parkir alternatif, peningkatan penerangan, serta penambahan petugas pelayanan dari operator pelayaran.
Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan, termasuk penutupan sementara sejumlah ruas jalan di sekitar pelabuhan saat kapal sandar guna mengurai kemacetan.
Sebagai penguatan koordinasi lintas sektor, KSOP Sampit membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 yang melibatkan seluruh instansi terkait dan operator pelayaran. Posko ini berfungsi sebagai pusat komando untuk memantau operasional, pengawasan, serta penanganan kendala di lapangan secara cepat dan terpadu.
Hotman menegaskan, melalui langkah-langkah tersebut pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode angkutan laut Lebaran 2026.
“Kami berharap seluruh rangkaian angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tandasnya. c-may











