-
Hukrim

‎Empat Hari Pencarian, Balita Tenggelam di Barut Ditemukan

227
×

‎Empat Hari Pencarian, Balita Tenggelam di Barut Ditemukan

Sebarkan artikel ini
-

‎‎Foto Humas Basarnas Palangka Raya. Tenggelam : Balita yang sebelumnya dinyatakan menghilang dan diduga tenggelam di Sungai Barito akhirnya ditemukan, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap korban.

‎PALANGKA RAYA / MUARA TEWEH – Tim gabungan dari berbagai unsur SAR berhasil menemukan seorang balita yang sebelumnya dilaporkan tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah empat hari pencarian, Jumat (20/3/2026).

‎Korban diketahui bernama Sri Jimah, balita berusia sekitar dua tahun, anak dari pasangan Perdi Renaldi dan Naca Perinoka. Ia dilaporkan tenggelam setelah diduga terjatuh dari lanting (rumah apung) di Sungai Barito, Desa Lemo 1, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

‎Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui oleh sang ayah. Saat terbangun ia mendapati korban sudah tidak berada di dalam rumah. Ia pun kemudian berusaha mencari keberadaan anaknya ke seluruh penjuru rumah, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan.

Pencarian oleh ayah korban berlanjut setelah menyadari salah satu pintu dalam kondisi terbuka. Kedua orang tua korban kemudian mencari di sekitar lokasi rumah, namun keberadaan korban juga tidak ada.

Dengan perasaan campur aduk kedua orang tua korban menduga kuat anaknya jatuh ke sungai. Orang tua korban kemudian memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga setempat untuk meminta pertolongan dan melakukan pencarian secara mandiri.

‎Namun, upaya pencarian secara mandiri yang dilakukan oleh pihak keluarga dan warga setempat juga tidak membuahkan hasil. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.

‎Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, setelah menerima laporan dari masyarakat terkait balita yang diduga tenggelam langsung menerjunkan tim rescue menuju Kabupaten Barito Utara untuk melakukan pencarian terhadap korban.

‎Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Malik, mengatakan setelah beberapa hari pencarian tanpa membuahkan hasil, di hari keempat Tim Gabungan mendapatkan informasi melalui nahkoda kapal yang menyebutkan keberadaan korban.

‎“Pada pukul 08.45 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nahkoda kapal batubara yang melintas di Sungai Barito bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi oleh Polairud serta BPBD Barito Selatan. Jarak penemuan korban sekitar 148 kilometer dari lokasi kejadian,” ungkap Malik.

Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Jaraga Sasameh, lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan yang telah berupaya maksimal untuk melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan di lapangan hingga korban akhirnya dapat ditemukan,” ujarnya.

‎Tidak hanya itu, Ia juga turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban yang masih berusia balita.

‎Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian korban antara lain Koramil Teweh Tengah, Polsek Teweh Tengah, BPBD Kabupaten Barito Utara, BPBD Kabupaten Barito Selatan, Polairud Barito Selatan, perangkat Desa Lemo 1, masyarakat, serta keluarga korban.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup pada pukul 11.15 WIB. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke kesatuan masing-masing,” tutup Alit. mak/redfwa.

 

‎

 

 

 

‎

 

 

-
-
-