
Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H Semarak, Rintik Hujan Tak Surutkan Semangat.Foto : Tabengan/Yulianus
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Suasana malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya berlangsung penuh semarak pada Jumat (20/3) malam.
Ratusan masyarakat memadati kawasan Bundaran Besar untuk menyaksikan dan mengikuti pawai takbiran yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, sebagai tanda dimulainya pawai yang menjadi tradisi tahunan umat Islam dalam menyambut hari kemenangan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat, sekaligus mengajak menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat persaudaraan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun pribadi beserta keluarga, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.
Gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema sepanjang jalur pawai, menciptakan suasana religius yang khidmat sekaligus meriah. Peserta pawai yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, organisasi keagamaan, hingga instansi pemerintah turut menampilkan beragam kreativitas, mulai dari kendaraan hias hingga iringan bedug.
Meskipun sempat diguyur rintik hujan, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap bertahan di sepanjang rute untuk menyaksikan iring-iringan pawai yang melintasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Palangka Raya.
Rute pawai dimulai dari Bundaran Besar, kemudian bergerak melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan H. Ikap, Jalan A. Yani, Jalan S. Parman, dan kembali berakhir di Bundaran Besar.
Gubernur menegaskan bahwa pawai takbiran bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Islam yang sarat makna.
“Ini adalah wujud rasa syukur kita setelah menjalankan ibadah Ramadan, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban, keselamatan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung agar suasana tetap kondusif.
Pawai takbiran ini menjadi penanda dimulainya malam kemenangan bagi umat Islam, sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi yang terus terjaga di tengah masyarakat Kalteng. dte











