PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi juga perlu memahami bagaimana kebijakan pemerintah dibentuk dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Kesadaran politik dinilai penting agar anak muda mampu berpartisipasi dalam pembangunan sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Rusdiansyah, mendorong generasi muda meningkatkan pemahaman politik dan tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan publik.
Menurutnya, politik bukan semata-mata urusan partai politik, pemilu, ataupun perebutan jabatan. Lebih dari itu, politik berkaitan erat dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan arah pembangunan dan memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Dalam kehidupan bernegara, kita tidak bisa lepas dari politik karena berbagai sendi kehidupan diatur melalui kebijakan. Karena itu, generasi muda perlu memahami bagaimana aturan dibuat,” katanya, Selasa (13/10/2026).
Rusdiansyah menilai, pemahaman politik menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk mengenali persoalan di lingkungan sekitarnya, memahami kebijakan pemerintah, serta mengetahui bagaimana keputusan yang diambil para pemangku kepentingan berdampak terhadap kepentingan masyarakat.
Ia mengingatkan, rendahnya kepedulian anak muda terhadap politik dapat menjadi tantangan bagi keberlanjutan regenerasi kepemimpinan. Padahal, generasi muda merupakan kelompok yang nantinya akan meneruskan tanggung jawab dalam pemerintahan dan pembangunan.
“Kalau anak muda tidak mau memahami politik, lalu bagaimana regenerasi kepemimpinan ke depan? Generasi muda inilah yang nantinya akan melanjutkan tanggung jawab dalam membangun dan memimpin bangsa,” ucapnya.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam memahami dinamika politik perlu dimulai sejak dini. Mereka dapat membangun wawasan dengan mengikuti perkembangan pemerintahan, mempelajari kebijakan publik, serta mencermati berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan bekal tersebut, anak muda diharapkan tidak hanya mampu menilai suatu kebijakan secara kritis, tetapi juga dapat menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam mencari solusi atas persoalan pembangunan.
Rusdiansyah menambahkan, pemahaman politik juga diperlukan bagi generasi muda yang memiliki cita-cita menempati posisi strategis dalam pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kalau ingin menjadi wali kota, bupati, atau pemimpin lainnya, tentu perlu memahami politik. Karena itu, anak muda harus mulai mengenal proses politik dan kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda di Kota Palangka Raya semakin aktif mengikuti perkembangan politik dan pemerintahan. Kepedulian tersebut dapat ditumbuhkan melalui kebiasaan berdiskusi, memperluas wawasan, serta mempelajari persoalan publik dari berbagai sudut pandang.
“Generasi muda harus mempersiapkan diri karena ke depan merekalah yang akan melanjutkan pembangunan dan kepemimpinan bangsa. Memahami politik menjadi salah satu bekal untuk menjalankan tanggung jawab tersebut,” pungkasnya. nws/fwa-red











