DPRD PROV. KALTENG

RESES ASDY NARANG-Efisiensi Anggaran Hambat Pembangunan 

83
×

RESES ASDY NARANG-Efisiensi Anggaran Hambat Pembangunan 

Sebarkan artikel ini
RESES ASDY NARANG-Efisiensi Anggaran Hambat Pembangunan 
RESES ASDY NARANG-Efisiensi Anggaran Hambat Pembangunan 
RESES Anggota DPRD Provinsi Kalteng Asdy Narang saat melakukan reses untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di Desa Takaras, Kabupaten Gunung Mas dan Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan.FOTO HMS DPRD KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Asdy Narang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses di Desa Takaras, Kabupaten Gunung Mas dan Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan.

Dalam paparannya, Legislator Nasdem itu mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi masyarakat berkaitan dengan dampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berimbas hingga ke tingkat desa. Hal tersebut menyebabkan sejumlah program pembangunan belum dapat berjalan maksimal, terutama di sektor infrastruktur.

“Akibat efesiensi anggaran masyarakat mengeluhkan tertundanya pembangunan jalan dan jembatan. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut akses ekonomi dan mobilitas warga,” ujar Asdy, Senin (13/4/2026).

Saat reses di Desa Takaras, Kecamatan Manuhing, masyarakat mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) guna meningkatkan akses pendidikan. Selain itu, kondisi jalan desa yang rusak serta kelangkaan gas LPG 3 kilogram juga menjadi keluhan utama warga.

“Kebutuhan dasar seperti pendidikan dan energi harus menjadi prioritas. Kami akan mendorong agar distribusi LPG subsidi lebih merata dan pembangunan sekolah dapat direalisasikan,” katanya.

Tak hanya itu, aspirasi terkait pembangunan rumah ibadah, khususnya gereja, juga menjadi bagian dari perhatian dalam reses tersebut. Menurut Asdy, hal ini mencerminkan kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat yang perlu didukung pemerintah.

Sementara itu, dalam reses di Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, Asdy menerima sejumlah usulan strategis dari pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, hingga institusi pendidikan. Salah satu isu utama adalah seringnya pemadaman listrik yang menghambat pelayanan publik.

“Ada usulan penambahan pembangkit listrik tenaga surya untuk mengatasi krisis listrik. Ini solusi yang realistis, terutama untuk wilayah yang belum stabil pasokan energinya,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, kebutuhan akan rumah dinas guru, rehabilitasi ruang kelas, serta perbaikan fasilitas sanitasi sekolah juga menjadi sorotan. Asdy menilai, peningkatan kualitas pendidikan harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani, peningkatan irigasi, serta drainase guna mendukung sektor pertanian.

“Ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari infrastruktur pendukung yang baik,” tambahnya.

Aspirasi lainnya mencakup penyediaan alat pemadam kebakaran di desa serta pembangunan pagar untuk fasilitas pemerintahan dan keamanan.

Asdy menegaskan, seluruh hasil reses akan dibawa ke dalam pembahasan di tingkat provinsi untuk diperjuangkan sesuai skala prioritas.

“Kami akan kawal ini dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Aspirasi masyarakat adalah dasar dari kebijakan yang kami ambil,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menghadapi keterbatasan anggaran.

“Dengan perencanaan yang tepat dan kolaborasi yang baik, pembangunan tetap bisa berjalan dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. jef/ded-red