PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua DPRD Kalimantan Tengah Arton S Dohong melakukan koordinasi intensif dengan jajaran TNI dan Polri di wilayah Kalteng sebagai respons atas tuntutan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen DPRD Kalteng dalam mengawal isu reformasi TNI, sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap dugaan kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis.
Dalam pertemuan bersama pimpinan Komando Militer XXII/Tambun Bungai (Kodam XXII/TB) dan Polda Kalteng, sejumlah poin penting menjadi perhatian. Di antaranya memastikan institusi keamanan tetap berjalan sesuai ketentuan undang-undang dan menjunjung tinggi profesionalisme.
Selain itu, DPRD Kalteng juga mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan terhadap aktivis sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi, termasuk di wilayah Kalteng.
“Koordinasi ini kami lakukan untuk memastikan bahwa semangat reformasi tetap terjaga dan institusi keamanan berjalan sesuai koridor hukum,” ujar Arton.
Legislator senior PDIP itu menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa terkait penguatan profesionalisme TNI serta perhatian terhadap kasus kekerasan terhadap aktivis telah disampaikan langsung kepada pimpinan TNI dan Polri di daerah.
“Kami berdiri bersama mahasiswa untuk menjaga ruang demokrasi tetap aman. Tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan, meskipun kejadian itu terjadi di luar Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Di sisi lain, Arton juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen mahasiswa agar penyampaian pendapat tetap berlangsung secara kondusif.
Usai pertemuan, pihak TNI dan Polri di Kalteng menyambut baik langkah proaktif DPRD tersebut. Mereka menyatakan komitmen untuk terus menjaga keamanan serta menjamin keterbukaan informasi kepada masyarakat luas.
“Sinergi antara legislatif, aparat keamanan, dan elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan situasi daerah tetap kondusif tanpa mengabaikan kebebasan berpendapat,” tambah Arton. jef/ded-red





