PEMKAB KOBAR

Upacara Adat Kaharingan Hantar Pemakaman Prof Dr Birute Galdikas 

310
×

Upacara Adat Kaharingan Hantar Pemakaman Prof Dr Birute Galdikas 

Sebarkan artikel ini
Upacara Adat Kaharingan Hantar Pemakaman Prof Dr Birute Galdikas 
PEMAKAMAN-Wakil Bupati Kobar Suyanto menghadiri pemakaman Prof.Dr.Birute Galdikas. FOTO TABENGAN YULIANTINI  

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID  – Rabu (15/4/2026), Jenazah Prof.Dr.Birute Galdikas dimakamkan di halaman rumahnya yang beralamatkan di Jalan Topar RT 2 desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, upacara adat Hindu Kaharingan menghantar prosesi pemakaman Pejuang Konservasi lingkungan yang wafat pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2026, di rumah sakit Los Angeles, Amerika Serikat

Prosesi pemakaman Prof.Dr.Birute Galdikas diwarnai dengan rasa haru, dan prosesi pemakamannya mengusung adat Dayak , hal tersebut membuktikan begitu besarnya cinta Prof. Dr. Birute Galdikas terhadap bumi Kalimantan Tengah.

Dan rangkaian upacara adat Kaharingan dipimpin oleh Mantir Adat Dayak Desa Pasir Panjang, John V Untung, yang mengatur jalannya seluruh prosesi agar berjalan sesuai ketentuan adat dan nilai-nilai budaya yang berlaku.

Dan salah satu prosesi yang dijalankan adalah adat bapajuh atau memberi makan kepada almarhumah sebelum dihantarkan ke dalam Liang Lahat, tarian Babukung pun hadir dalam prosesi pemakaman Prof. Dr. Birute Galdikas istri dari Bohap bin Jalan (Almarhum).

Kegiatan pemakaman Prof. Dr. Birute Galdikas dihadiri oleh Wakil Bupati Kobar Suyanto, HM Ruslan, AS, tokoh masyarakat, Kepala OPD Kobar dan masyarakat.

Wakil  Bupati Kobar Suyanto dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama Bupati dan seluruh masyarakat Kobar, dan Wakil Bupati pun mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis almarhumah selama puluhan tahun.

Dimana lanjut Suyanto,  Perjuangan Prof. Dr. Birute Galdikas dimulai sejak tahun 171, dan sepanjang hidupnya Prof. Dr. Birute Galdikas mengabdikan diri untuk ilmu pengetahuan, sehingga meninggalkan ilmu dan pelajaran berharga bagi dunia.

“Penelitian yang dilakukan beliau (Prof. Dr. Birute Galdikas) menjadi tonggak penting dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya dalam memberikan pemahaman baru mengenai kehidupan orangutan di habitat alaminya, dimana penelitian tersebut turut berperan besar dalam meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya pelestarian satwa liar dan lingkungan, hutan butuh orangutan dan orangutan pun butuh hutan,” ujar Suyanto.

Untuk itu, lanjut Suyanto, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga kelestarian orangutan dan habitatnya termasuk kawasan konservasi di Taman Nasional Tanjung Puting.

“Mari kita dukung sepenuhnya dan berikan apresiasi atas perjuangan beliau yang penuh integritas, konsistensi dan kegigihan dalam memegang teguh prinsip keilmuan, berkat jasa besar beliau, kita dapat menikmati kelestarian Tanjung Puting dan saat ini kesadaran publik juga terus meningkat untuk menjaga orangutan dan hutan,” ujar Suyanto.

Kepergian Prof. Dr. Birute Galdikas meninggalkan duka mendalam, akan tetapi warisan ilmu pengetahuan dan semangat konservasi yang telah di gaungkan oleh Prof. Dr. Birute Galdikas diharapkan terus dilanjutkan. yulia/jsi-red