PEMPROV KALTENG

Gubernur H Agustiar Siapkan Rp7,5 Juta bagi Pelapor Penimbun BBM

106
×

Gubernur H Agustiar Siapkan Rp7,5 Juta bagi Pelapor Penimbun BBM

Sebarkan artikel ini
Gubernur H Agustiar Siapkan Rp7,5 Juta bagi Pelapor Penimbun BBM
H Agustiar Sabran. FOTO DOKUMEN TABENGAN/GEMINI AI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan komitmennya dalam mengatasi dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menjadi salah satu penyebab kelangkaan di sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng bahkan menyiapkan insentif bagi masyarakat yang berani melapor.

“Kami selaku Gubernur Kalimantan Tengah sudah berdampingan dengan dinas terkait. Kami pastikan, bila ada penimbunan BBM dan masyarakat bisa memberikan laporan, maka akan kami berikan reward sebesar Rp7,5 juta,” ujar Agustiar, di Palangka Raya, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, langkah ini diambil untuk menindak oknum tidak bertanggung jawab, termasuk jika praktik penimbunan terjadi di SPBU. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi memicu kelangkaan dan merugikan masyarakat luas.

“Kalau ada SPBU atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan sehingga terjadi kelangkaan, tentu akan kami tindak. Media juga kami harapkan bisa ikut mengawal persoalan ini,” tegasnya.

Agustiar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Pangdam dan Kapolda, guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM di lapangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan. Kami juga sudah memanggil Pertamina dan meminta distribusi diatur dengan baik. Kalimantan Tengah ini harus terjamin ketersediaannya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng Sutoyo menyampaikan, berdasarkan data yang diterima dari Pertamina, pasokan BBM ke wilayah Kalteng sejatinya tidak mengalami kekurangan.

“Untuk BBM, sesuai data yang kami terima setiap hari dari Pertamina, pemasukan ke Kalimantan Tengah tidak ada kekurangan,” jelas Sutoyo.

Ia mengungkapkan, hasil analisis sementara menunjukkan bahwa kelangkaan yang terjadi bukan disebabkan oleh minimnya stok, melainkan adanya pergeseran pola konsumsi di masyarakat dan sektor industri.

“Kelangkaan yang terjadi menurut analisa sementara bukan karena kekurangan stok, tetapi karena kenaikan harga BBM solar industri yang kini mencapai Rp33.000 per liter. Akibatnya, kendaraan operasional perusahaan dan masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM industri beralih ke Pertamina Dex,” paparnya.

Menurutnya, harga Pertamina Dex yang berkisar antara Rp14.000 hingga Rp17.000 per liter menjadi alasan utama peralihan tersebut, sehingga terjadi lonjakan permintaan di SPBU.

“Dari beberapa SPBU yang kami cek bersama Pertamina, memang terjadi peningkatan konsumsi. Namun untuk data pengiriman, tidak ada kekurangan,” tambahnya.

Pemprov Kalteng memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi distribusi BBM, serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam melaporkan dugaan pelanggaran di lapangan guna menjaga stabilitas pasokan energi di daerah. ldw/ded-red