PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Semangat kompetisi dan sportivitas mewarnai turnamen padel dalam rangka perayaan Happy Anniversary ke-1 Toko Kopi Popi yang digelar di GOR Green, Seth Adji, Palangka Raya, Sabtu (18/4/2026). Ajang yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga menjelang tengah malam ini diikuti puluhan tim dari berbagai kategori.
Sebanyak 24 tim Men Double, 10 tim Women Double, dan 20 tim Mixed Double ambil bagian dalam turnamen yang menggunakan format babak grup dilanjutkan sistem gugur, mulai dari perempat final, semifinal, hingga partai puncak.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pertandingan, terlebih dengan total hadiah yang cukup menggiurkan. Untuk kategori Men Double dan Mixed Double, juara pertama masing-masing membawa pulang Rp6 juta, sementara runner-up mendapatkan Rp3 juta. Adapun kategori Women Double menyediakan Rp4 juta bagi juara pertama dan Rp2 juta untuk peringkat kedua.
Ketua panitia penyelenggara, Yolanda Estefina, mengapresiasi perjuangan para peserta yang tampil maksimal hingga akhir pertandingan.
“Seru banget, apalagi tadi pas dari quarter sampai final itu semuanya memang benar-benar berhak ada di posisi itu,” ujarnya.
Ia memuji daya juang para atlet yang tetap bertanding meski mengalami cedera. “Tadi pas terakhir final Women Double, Men Double, Mix Double banyak yang cedera, tapi mereka benar-benar fight di lapangan. Jadi menurut aku perjuangan mereka itu worth it,” tambahnya.
Olla memastikan turnamen serupa akan kembali digelar ke depan sebagai bagian dari upaya mengembangkan olahraga padel di Kalimantan Tengah.
“Jelas kita akan ada turnamen lagi selanjutnya, mungkin dari pertengahan tahun sampai akhir tahun. Karena ini harus terus di-running, apalagi sekarang padel lagi growing dan mulai melahirkan pemain-pemain baru,” katanya.
Di kategori Men Double, pasangan Sefri Simon keluar sebagai juara pertama. Ia mengakui persaingan berlangsung ketat sejak awal.
“Memang berat juga dari awal, ketemunya hebat-hebat semua. Energi terkuras luar biasa karena satu hari harus selesai,” ungkapnya.
Sementara itu, Memey Tanujaya yang menjuarai Women Double mengaku tetap bersyukur meski sempat mengalami cedera.
“Senang, tapi karena dari pagi banyak yang cedera termasuk aku, jadi menangnya terasa berbeda. Tapi tetap bisa terobati dengan kemenangan ini,” ujarnya.
Di kategori Mixed Double, Andra Fahrian menilai faktor ketahanan fisik menjadi kunci utama. “Yang paling menegangkan itu endurance, karena main seharian dari grup sampai final. Siapa yang tahan, dia yang bisa stabil sampai akhir,” jelasnya.
Salah satu kisah perjuangan datang dari Rachmani Arief yang berhasil menjadi runner-up Men Double meski mengalami cedera pergelangan kaki sejak babak perempat final.
“Sangat sakit, tapi beruntung panitia menyiapkan medis yang mempuni sehingga saya bisa fight sampai final,” katanya.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bukti bahwa olahraga perpaduan antara tenis dan squash semakin berkembang dan diminati di Kalimantan Tengah. jef/redgie





