PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustan Saining, di kawasan Cempaga, Kotawaringin Timur, Kamis (16/4/2026) pagi, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan.
Sehari setelah kejadian, suasana ruang perawatan di salah satu rumah sakit di Palangka Raya tampak lebih hangat. Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo datang menjenguk mewakili Gubernur H Agustiar Sabran, Jumat (17/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan usai Salat Jumat dan tidak sekadar bersifat seremonial. Dalam kesempatan itu, Wagub menyampaikan langsung doa serta dukungan moral kepada Agustan yang tengah menjalani perawatan.
“Alhamdulillah kondisi beliau sudah membaik. Kita doakan bersama agar segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Edy Pratowo kepada awak media.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.
“Setiap peristiwa pasti ada makna yang bisa kita ambil. Yang terpenting sekarang adalah fokus pada pemulihan dan kesehatan,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi Agustan Saining terus menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, ia masih menjalani perawatan akibat sejumlah luka jahitan di bagian jidat dan bibir yang dideritanya saat insiden terjadi.
Dalam kesempatan yang sama, Agustan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Gubernur yang mewakili Gubernur Kalteng dan semua pihak yang sudah mendoakan. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk segera pulih,” ucapnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Plh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Husain.
Selain jajaran pemerintah, sejumlah kepala dinas, sahabat, kerabat, hingga kolega juga silih berganti datang menjenguk. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya hubungan personal yang terjalin di luar urusan kedinasan.
Dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah bergaul, Agustan Saining memiliki karakter ceria yang membuatnya dekat dengan banyak kalangan. Tak heran, ruang perawatan dipenuhi para penjenguk yang tidak hanya hadir memberikan dukungan, tetapi juga semangat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah rutinitas yang padat, nilai solidaritas dan empati tetap hidup dan terasa nyata, terutama saat situasi tak berjalan seperti biasa. ldw/ded-red





