PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi masa depan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta Penilaian Kinerja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan daya saing daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memiliki komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM generasi masa depan. Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing daerah,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu (29/4/2026).
Ia menyebutkan, tren penurunan angka stunting menunjukkan capaian positif, dari 27 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang kuat dan berkesinambungan, namun kita tidak boleh berpuas diri dan harus terus mendorong langkah-langkah percepatan,” tegasnya.
Menurutnya, Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Sejumlah intervensi berbasis keluarga terus diperkuat, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), hingga program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Keberhasilan implementasi program sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor, efektivitas koordinasi, dan mutu pelaksanaan di daerah,” tambahnya.
Aisyah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.
“Saya mengajak semua pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan program-program penurunan stunting,” katanya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng dr Linae Victoria Aden mengungkapkan, prevalensi stunting di Kalteng pada 2024 tercatat sebesar 22,1 persen, turun dari 23,5 persen pada 2023.
“Penurunan ini patut kita syukuri, namun mengingat target tahun 2026 adalah sebesar 18,8 persen, kita tidak boleh berpuas diri dan harus terus berupaya untuk mencapainya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas data melalui monitoring dan evaluasi terhadap 31 indikator layanan percepatan penurunan stunting, termasuk realisasi anggaran dan identifikasi kendala di lapangan.
“Hal ini menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan perbaikan untuk tahun 2026 dan perencanaan program prioritas tahun 2027,” jelasnya.
Linae juga menyampaikan, sebagian besar Indikator Kinerja Utama (IKU) Program Bangga Kencana tahun 2025 telah mencapai kategori minimal “Baik”. Namun demikian, masih terdapat indikator yang perlu mendapat perhatian serius, yakni persentase kehamilan yang tidak diinginkan.
“Ini harus menjadi perhatian bersama karena beririsan langsung dengan upaya penurunan stunting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyerahkan penghargaan kepada kabupaten/kota atas capaian kinerja percepatan penurunan stunting tahun 2025.
Kabupaten Gunung Mas berhasil meraih Juara I Penilaian Kinerja Stunting Tahun 2025, sekaligus diapresiasi atas Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) berkualitas serta peran aktif dalam program GENTING.
Juara II diraih Kabupaten Kotawaringin Barat, disusul Kota Palangka Raya sebagai Juara III.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih Kabupaten Murung Raya, Juara Harapan II Kabupaten Kapuas, dan Juara Harapan III Kabupaten Katingan. Adapun penghargaan Juara Terfavorit diberikan kepada Kabupaten Barito Utara.
Selain itu, sejumlah kabupaten juga menerima penghargaan atas kontribusi dan komitmen dalam percepatan penurunan stunting, yakni Kabupaten Pulang Pisau, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Barito Timur, Sukamara, dan Barito Selatan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng didampingi Penjabat Sekda Kalteng dr Linae Victoria Aden serta perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng.
Di akhir kegiatan, Linae berharap Rakorda ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program secara berkelanjutan, sehingga target penurunan stunting dapat tercapai,” pungkasnya. ldw/ded-red
Foto : bang nunus





