PEMKAB BARITO SELATAN

Kecamatan Tertua di Barsel Masih Krisis Listrik

72
×

Kecamatan Tertua di Barsel Masih Krisis Listrik

Sebarkan artikel ini
Kecamatan Tertua di Barsel Masih Krisis Listrik
KRISIS LISTRIK- Kondisi geografis Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan yang belum dialiri listrik 24 jam. FOTO DOKUMEN

BUNTOK/TABENGAN.CO.ID – Sebagai predikat kecamatan tertua di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), tidak menjamin bahwa wilayah tersebut lebih maju dari kecamatan yang lain.

Hal tersebut dirasakan ribuan warga Kecamatan Dusun Hilir dengan Ibu Kota Mengkatip, yang dari dulu hingga sekarang masih mengalami krisis listrik.

“Di era yang sangat maju seperti sekarang ini, sangat memprihatinkan wilayah kami Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir masih belum dialiri listrik 24 jam,” kata Rahman (54) salah satu Warga Mengkatip kepada awak media, Senin (4/5/26).

Ia menerangkan, untuk wilayah Kelurahan Mengkatip dan beberapa desa lain saat ini hanya dialiri listrik dari pukul 16.00 WIB sampai 06.00 WIB, setelah itu listrik padam kembali dari pagi hingga sore hari.

“Kecamatan Dusun Hilir merupakan bagian dari sejarah awal berdirinya Kabupaten Barito Selatan pada tahun 1959 yang lalu, sudah seharusnya menjadi prioritas. Apalagi di era yang sangat maju ini, begitu kontras dengan keadaan kami disini,” ucapnya.

Sementara itu, Awaludin (46) warga Mengkatip menyatakan harapan yang sama, agar wilayah Kecamatan Dusun Hilir dapat teraliri listrik selama 24 jam serta bisa mempunyai akses jalan darat yang layak, agar masyarakat dari berbagai desa bisa melalui jalan darat dari Desa Lehai menuju Buntok, Barsel.

“Sarana prasarana bantuan dari Pemkab Barsel seperti tower listrik dari Desa Lehai serta tower di Kelurahan Mengkatip di seberang sungai Barito sudah berdiri, namun jaringan kabel listriknya yang belum terpasang sehingga tidak bisa diaktifkan sampai sekarang,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN UPL Buntok Vivin Aprianor saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sebenarnya wilayah Dusun Hilir masuk kewenangan PLN ULP Tamiang Layang.

“Terakhir kendala yang kami hadapi adalah masalah perizinan dari Kementerian Perhubungan yang belum selesai, karena untuk penyeberangan jaringan kabel ada lalu lintas Sungai Barito,” katanya.

Pihaknya juga berharap agar jaringan kabel tersebut segera terpasang, supaya dapat mengaliri listrik ke wilayah Kelurahan Mengkatip serta beberapa desa sekitar.

“Kita terus berupaya izin dari Kementerian Perhubungan segera keluar, agar masyarakat Kecamatan Dusun Hilir dapat merasakan aliran listrik 24 jam nonstop,” tutup Vivin Aprianor. lis/dre-red