BALIKPAPAN/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah kepala daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini, dari ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026).
Dalam event bergengsi tersebut, Wali Kota dan 6 Bupati di Kalteng membawa pulang sederet penghargaan. Mereka adalah Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, Bupati Barito Utara H Shalahuddin, Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i, Bupati Sukamara H Masduki, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, dan Bupati Lamandau yang dihadiri Wakil Bupati Abdul Hamid.
Pemko Palangka Raya memborong tiga penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto kepada Wali Kota Fairid Naparin dalam acara seremoni di Platinum Hotel Balikpapan.
Tiga kategori yang diraih: Peringkat II penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, peringkat II penurunan tingkat pengangguran, serta peringkat II dalam kategori creative financing. Atas capaian tersebut, Pemko juga diganjar insentif fiskal dengan total nilai mencapai Rp6 miliar.
Fairid menyebut penghargaan ini sebagai buah dari kerja kolektif yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Ia menilai, hasil tersebut menjadi indikator arah kebijakan dan program yang dijalankan selama ini sudah berada pada jalur yang tepat.
“Alhamdulillah, ketiga penghargaan ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Palangka Raya, serta pastinya berkat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Ini adalah bukti nyata bahwa program-program strategis yang kita jalankan selama ini berada di jalur yang tepat dan berdampak langsung,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Sedangkan Pemkab Kobar menerima penghargaan kategori Enterpreneur Government atau Creative Financing. Penghargaan ini diraih karena Pemkab Kobar telah mampu mengoptimalkan sumber daya dan menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan.
Penghargaan tersebut menunjukkan telah mampu mewujudkan sebuah inovasi dalam peningkatan pajak dan restribusi daerah, pengelolaan BUMD serta pemanfaatan CSR untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan, bahkan Pemkab Kobar meraih predikat terbaik.
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah dari Wakil Menteri Dalam Negeri, dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, di Platinum Hotel Balikpapan
Bupati Kobar Hj Nurhidayah menyampaikan, Pemda Kobar dinilai berhasil menghadirkan konsep Entrepreneur Government melalui pembiayaan kreatif yang inovatif dan berkelanjutan. Sejak 2025, berbagai terobosan fiskal telah dilakukan, di antaranya digitalisasi pelayanan pajak daerah, ekstensifikasi dan reformasi regulasi serta penguatan pengawasan fiskal.
“Kobar dinilai telah mempu menunjukkan inovasi dalam melanjutkan pembangunan, hal tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, sehingga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dalam kategori creative financing,” ujar Nurhidayah.
Bupati Sukamara Masduki memaparkan, keberhasilan daerahnya dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan sebagai Terbaik Pertama kategori Pengendalian Inflasi. Selain inflasi, apresiasi ini juga menyoroti capaian daerah dalam penurunan pengangguran, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, hingga inovasi creative financing.
“Kami berterima kasih atas dukungan pusat dalam menjaga stabilitas harga. Fokus kami adalah memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga melalui intervensi yang tepat sasaran,” ujar Masduki.
Bupati Masduki menegaskan, kunci keberhasilan Sukamara adalah pendekatan yang integratif. Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan parsial. Pihaknya menggunakan pendekatan kolaboratif dan inovatif untuk memastikan stok pangan tersedia, harga stabil, dan ekonomi kerakyatan terus bertumbuh.
Sementara itu, Bupati Barut H Shalahuddin menerima penghargaan setelah Barut dinyatakan Juara 1 Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran di ajang tersebut.
“Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari perencanaan program kita yang matang, dukungan anggaran yang tepat sasaran, serta inovasi daerah yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tanggap Shalahuddin.
Tim penilai memberikan pengakuan atas sejumlah keunggulan Barut. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses dan inovasi yang dijalankan. Setidaknya ada empat indikator utama yang menjadi pertimbangan: kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, capaian nyata di lapangan, serta inovasi daerah. nws/uli/old/afd/ldw-red





