
TERBAIK-Universitas Darwan Ali kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus terbaik di Kotim dan kampus terbaik di Sampit dalam menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi melalui kegiatan Pelatihan Drone Mapping Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Darwan Ali yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2026).Foto tabengan/maya
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Universitas Darwan Ali (UNDA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus terbaik di Kotawaringin Timur (Kotim) dan kampus terbaik di Sampit dalam menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi melalui kegiatan Pelatihan Drone Mapping Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Darwan Ali yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut menghadirkan pemateri berpengalaman, Nindra Karma, S.P., alumni Agribisnis Universitas Darwan Ali yang kini berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kehutanan dan dipercaya sebagai Polisi Kehutanan di Balai Taman Nasional Tanjung Puting Resort Pembuang Hulu.
Selain aktif dalam perlindungan dan pengamanan hutan, Nindra juga dikenal sebagai praktisi GIS, drone mapping, surveyor kehutanan, serta memiliki pengalaman dalam pemetaan dan perhitungan karbon hutan. Kehadiran alumni sukses sebagai narasumber menjadi bukti nyata kualitas lulusan Universitas Darwan Ali yang mampu bersaing dan berkontribusi di dunia profesional.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Agribisnis dalam pemanfaatan teknologi drone mapping. Mahasiswa diperkenalkan pada dasar-dasar penggunaan drone, konsep pemetaan digital, hingga praktik pemetaan lapangan yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian, perkebunan, survei lahan, dan pengembangan wilayah.
Rektor Universitas Darwan Ali, Dr. Wendy Kesuma, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja modern yang semakin berbasis teknologi.
“Hari ini kita belajar tentang drone mapping bersama saudara kita sendiri, alumni UNDA. Ini membuktikan bahwa keluarga besar UNDA terus berkembang dan kembali berbagi ilmu kepada kampus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa di era saat ini lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus memiliki keterampilan abad 21, termasuk penguasaan teknologi digital.
“Sekarang tidak cukup hanya punya ijazah. Mahasiswa harus memiliki keahlian tambahan, salah satunya penguasaan teknologi drone mapping untuk pengambilan data dan analisis topologi secara lebih cepat, akurat, dan hemat biaya. Dulu pengukuran kondisi lahan dan kesehatan tanaman membutuhkan alat berat dengan risiko tinggi, sekarang teknologi drone membuat semuanya lebih efisien,” jelasnya.
Menurut Wendy, lulusan pertanian yang memiliki kemampuan drone mapping akan memiliki nilai tambah yang sangat dibutuhkan perusahaan.
“Sarjana pertanian yang menguasai drone mapping akan sangat dicari perusahaan karena mampu membantu efisiensi pekerjaan di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Darwan Ali, Dr. Rokhman Permadi, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Agribisnis Universitas Darwan Ali untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan sesuai perkembangan teknologi saat ini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya teknologi pemetaan digital dalam dunia agribisnis modern.
“Kami berharap mahasiswa termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, berani beradaptasi dengan teknologi, dan mampu melihat peluang pemanfaatan drone mapping dalam bidang pertanian, perkebunan, riset, maupun pengabdian masyarakat di masa depan,” lanjutnya.
Mahasiswa Agribisnis juga memberikan respons positif terhadap pelatihan tersebut. Ikhsan, salah satu peserta, mengaku kegiatan tersebut sangat menarik dan membuka rasa ingin tahunya terhadap penggunaan drone di dunia kerja.
“Menurut saya kegiatannya seru, ditambah lagi dengan pemateri yang berpengalaman sehingga membuat saya semakin penasaran dengan penggunaan drone di dunia kerja. Penyampaian materi dan praktik lapangan juga cukup jelas,” katanya.
Hal senada disampaikan Norhikmah, mahasiswa Agribisnis lainnya, yang merasa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru.
“Saya jadi belajar bagaimana cara menerbangkan drone sampai melihat proses data yang dihasilkan. Sebagai mahasiswa Agribisnis, kegiatan ini penting karena menambah wawasan dan skill baru yang bisa berguna untuk karir ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengaku bangga karena dapat belajar langsung dari alumni UNDA yang telah sukses di dunia profesional dan kembali mengabdi kepada almamater.
Melalui kegiatan ini, Universitas Darwan Ali kembali membuktikan diri sebagai kampus terbaik di Sampit yang terus menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan dunia industri. UNDA tidak hanya fokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis agar mampu bersaing di dunia kerja modern. (C-May)











