-
PENDIDIKAN

SMAN 3 Palangka Raya Raih Medali Emas, Inovasi Filter Air Gambut

98
×

SMAN 3 Palangka Raya Raih Medali Emas, Inovasi Filter Air Gambut

Sebarkan artikel ini
PRESTASI NASIONAL-Siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya berhasil meraih medali emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 melalui inovasi teknologi filtrasi air gambut berbasis kearifan lokal. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya berhasil meraih medali emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 melalui inovasi teknologi filtrasi air gambut berbasis kearifan lokal. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng), sekaligus menunjukkan kemampuan pelajar daerah dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.

Guru pendamping tim peneliti, Robintang Sitorus, S.Pd., M.Pd., mengatakan prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras siswa dalam mengembangkan penelitian yang berangkat dari permasalahan nyata di lingkungan sekitar, khususnya terkait keterbatasan akses air bersih di kawasan gambut.

Inovasi yang mengantarkan tim SMAN 3 Palangka Raya meraih medali emas itu diberi nama PURE PEAT, yakni integrasi purun, pasir, limbah kayu, dan kerikil sebagai media filtrasi untuk menjernihkan serta menetralkan pH air gambut berbasis kearifan lokal.

PRESTASI NASIONAL-Siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya berhasil meraih medali emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 melalui inovasi teknologi filtrasi air gambut berbasis kearifan lokal. FOTO ISTIMEWA

“Penelitian ini berangkat dari kondisi lingkungan Kalimantan Tengah yang memiliki kawasan gambut cukup luas. Air gambut memiliki karakteristik berwarna pekat, tingkat kekeruhan tinggi, serta pH yang cenderung asam. Karena itu, kami ingin mendorong siswa untuk mencari solusi melalui penelitian yang memanfaatkan potensi bahan-bahan lokal,” ujar Robintang.

Ia menjelaskan, PURE PEAT dikembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Purun, pasir, kerikil, dan limbah kayu dipadukan menjadi media filtrasi yang diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air gambut secara lebih sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi filtrasi, tetapi juga menjadi bentuk pembelajaran bagi siswa untuk memahami persoalan lingkungan dan mengembangkan inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Melalui serangkaian pengujian dan pengembangan prototipe, tim peneliti mengkaji kemampuan media filtrasi tersebut dalam mengurangi warna dan kekeruhan air gambut serta meningkatkan pH air yang bersifat asam.

PRESTASI NASIONAL-Siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya berhasil meraih medali emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 melalui inovasi teknologi filtrasi air gambut berbasis kearifan lokal. FOTO ISTIMEWA

“Hal yang ingin kami tekankan adalah bagaimana siswa mampu melihat persoalan yang ada di sekitar mereka sebagai peluang untuk melakukan penelitian. Bahan-bahan yang selama ini dianggap sederhana dapat dikembangkan menjadi inovasi apabila dipelajari dan diuji secara ilmiah,” katanya.

Tim peneliti SMAN 3 Palangka Raya terdiri dari Chintya Putri Jasmine, Raelynn Telabang Narang, Geovan Marvellino, Gladys Nathazia Ananda Debint, Katherine Allusia Handra, dan Marsel.U. Mereka mengembangkan penelitian tersebut dengan mengangkat potensi lokal Kalimantan Tengah sebagai dasar penyelesaian persoalan kualitas air di wilayah gambut.

Ajang Lomba Peneliti Belia 2026 diselenggarakan oleh International Science and Invention Fair (ISIF) bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA), dengan Universitas Indonesia di Depok sebagai tuan rumah. Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan sekolah.

Robintang berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan riset, berpikir kritis, dan berinovasi dalam menjawab berbagai tantangan di lingkungan sekitar.

“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti pada medali yang diraih. Anak-anak dapat terus mengembangkan penelitian, menyempurnakan prototipe, serta melakukan pengujian lebih lanjut agar inovasi ini semakin baik dan berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, tim peneliti berencana menyempurnakan prototipe dan metodologi filtrasi PURE PEAT agar kinerjanya semakin optimal. Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitas penyaringan, kestabilan pH, serta kualitas air yang dihasilkan sebelum teknologi tersebut diterapkan secara lebih luas.

Prestasi ini sekaligus memperkuat semangat SMAN 3 Palangka Raya dalam mendorong budaya penelitian di kalangan pelajar melalui slogan, “Riset Hari Ini untuk Lingkungan yang Lebih Baik Esok Nanti.” Dengan mengangkat kearifan lokal sebagai dasar inovasi, para siswa diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya menjaga lingkungan dan mencari solusi terhadap persoalan air bersih di Kalimantan Tengah.ldw/ded-red

 

-
-
-