PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Prof. Bhayu Rhama, Ph.D. tak ingin kemenangan dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi sekat di lingkungan kampus.
Usai meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Rektor UPR periode 2026–2030, akademisi yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR itu menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh civitas akademika.
Bagi Prof. Bhayu, kontestasi Pilrek telah selesai. Kini, seluruh elemen UPR harus kembali bersama-sama membangun universitas.
“Tentunya semua sama ya, artinya saya tidak melihat siapa yang banyak atau sedikit. Tapi kita terpilih menjadi Rektor untuk 2026–2030. Tadi pesan juga Rektor untuk semua, jadi kita akan berusaha untuk merangkul semua teman-teman itu juga,” ujar Prof. Bhayu usai penetapan hasil Pilrek UPR, Kamis (1/10/2026).
Dalam pemilihan yang berlangsung di Aula Rahan UPR tersebut, Prof. Bhayu memperoleh 37 suara. Ia unggul atas dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina Embang yang meraih 14 suara dan Prof. Liswara Neneng dengan 12 suara.
Meski memperoleh suara terbanyak, Prof. Bhayu menegaskan bahwa hasil tersebut bukan alasan untuk membedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Menurutnya, seluruh kandidat dan pendukungnya merupakan bagian dari keluarga besar UPR yang memiliki kepentingan yang sama, yakni membawa kampus menjadi lebih baik.
Ia pun mengajak seluruh civitas akademika meninggalkan dinamika selama proses pemilihan dan menatap agenda pembangunan UPR ke depan.
“Ya kita sudah lalui ya, harus tegar ya dari awal sampai saat terakhir. Kan perjalanan ini baru memulai perjalanan untuk membangun UPR lebih baik lagi,” tegasnya.
Prof. Bhayu menyadari jabatan sebagai rektor membawa tanggung jawab besar. Karena itu, ia menyebut dukungan dan kebersamaan seluruh unsur kampus akan menjadi bagian penting dalam menjalankan kepemimpinan selama periode 2026–2030.
Baginya, kemenangan dalam Pilrek bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menjalankan amanah yang telah diberikan melalui proses pemilihan.
Sementara terkait agenda setelah terpilih, Prof. Bhayu mengatakan masih menunggu proses administrasi serta informasi resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Ia dijadwalkan mengikuti prosesi pelantikan sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 di Jakarta pada Senin (5/10/2026).
“Kita menunggu kabar dari Kementerian. Jadwal pelantikan dari sana, di Jakarta,” pungkasnya.
Dengan pesan merangkul seluruh elemen kampus, Prof. Bhayu menandai awal kepemimpinannya dengan ajakan untuk kembali bersatu setelah seluruh tahapan Pilrek UPR selesai. rahul/red











