-
PEMPROV KALTENG

TAK INGIN SALAH PILIH PEJABAT-Gubernur Tetap Pastikan Rotasi Jabatan Secepatnya

169
×

TAK INGIN SALAH PILIH PEJABAT-Gubernur Tetap Pastikan Rotasi Jabatan Secepatnya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran memastikan rencana rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng akan segera dilaksanakan setelah seluruh proses administrasi dan regulasi selesai dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Agustiar, proses rotasi jabatan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus mengikuti aturan pemerintahan yang berlaku. Saat ini, usulan rotasi tersebut masih dalam tahapan evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami satu tahun tiga bulan menjadi Gubernur, kami melihat, kami perhatikan, kami pelajari. Kami ingin supaya tidak terulang lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita ini bernegara, ada regulasinya, ini sudah berproses,” ujar Agustiar kepada wartawan di Palangka Raya, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme rotasi jabatan harus melalui tahapan panjang mulai dari pengajuan ke Kementerian Dalam Negeri, kemudian dikembalikan lagi ke pemerintah daerah untuk dilakukan perbaikan sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan pelantikan.

“Ini sudah dibawa ke dalam Kementerian Dalam Negeri, kemudian kembali lagi kepada kami, kemudian kembali lagi kepada kementerian, baru kami lantik. Tidak semudah yang dibayangkan karena ini pemerintahan, maka kita harus bersaudara terkait rotasi jabatan ini,” katanya.

Agustiar juga memastikan rotasi jabatan nantinya tetap mengedepankan profesionalitas dan kompetensi pejabat yang dipilih. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin asal menunjuk pejabat pelaksana tugas (Plt) tanpa kemampuan yang memadai.

“Kami pastikan kita ini mencari orang yang ahli. Kalau dia mampu tidak masalah daripada kita menunjuk yang salah nanti terulang lagi. Banyak saja yang punya potensi, tapi rencana rotasi jabatan akan kita laksanakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyebutkan penyegaran birokrasi dilakukan berdasarkan penilaian kinerja yang melibatkan sejumlah profesor dan tim penilai independen. Pemerintah daerah ingin membangun birokrasi yang memiliki karakter kuat, loyalitas, dan pola pikir yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.

“Kami berkeinginan person yang menjadi apa ini membantu kami di pemerintahan, didukung orang yang punya karakter baik. Ada chemistry, ada kesetiaan, kemudian mindset dan cara berpikirnya,” ucapnya.

Ia mengakui selama ini tidak semua aparatur memiliki kesamaan visi dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, evaluasi dilakukan agar pemerintahan berjalan lebih efektif dan konsisten.

“Kami ingin pemerintah yang berkarakter, yang konsisten, yang komitmen. Jadi benar-betul orang yang dapat dipercaya,” pungkas Agustiar.ldw/ded-red

 

 

-
-
-